KALIMANTAN SELATAN — Huawei tengah menyiapkan sub-brand baru bernama Starlight untuk menyasar segmen smartphone kelas menengah, dengan penjualan yang disebut bakal menyasar kanal online. Rumor ini pertama kali dibagikan leaker Weibo Digital Chat Station, yang menyebut sejumlah model sedang dikembangkan, salah satunya berpotensi memakai kipas pendingin aktif. Langkah ini mengingatkan pada posisi Honor sebelum memisahkan diri dari Huawei.
Sejumlah model Starlight yang sedang dikembangkan disebut akan memakai sistem on chip (SoC) Kirin seri 8 atau seri 9 buatan Huawei sendiri. Namun belum ada informasi soal spesifikasi lengkap, harga, maupun jumlah model yang bakal dirilis.
Strategi membentuk sub-brand untuk menjangkau pasar tertentu bukan hal baru bagi Huawei. Honor pernah menempati posisi serupa sebelum akhirnya berpisah menjadi perusahaan tersendiri.
Belum ada kepastian apakah Starlight nantinya akan memiliki posisi bisnis yang sama dengan Honor. Huawei juga belum mengumumkan Starlight secara resmi, sehingga seluruh informasi mengenai sub-brand dan produk pertamanya masih sebatas rumor.
Salah satu model yang dirumorkan sedang disiapkan bahkan disebut bakal menggunakan kipas pendingin aktif. Jika benar, fitur ini bisa menjadi daya tarik bagi pengguna yang membutuhkan pendinginan ekstra saat bermain game atau menjalankan aplikasi berat.
Pendekatan ini lazim dipakai vendor gaming phone seperti seri Red Magic dan Asus ROG Phone, yang menjadikan sistem pendingin sebagai pembeda utama di pasar.
Segmen kelas menengah menjadi medan tempur paling padat di pasar smartphone global, termasuk Indonesia. Vendor seperti Xiaomi, Oppo, dan vivo aktif merilis lini turunan untuk menahan harga jual tetap kompetitif.
Bagi Huawei, sub-brand terpisah memungkinkan perusahaan memposisikan produk tanpa mengganggu citra lini utama yang lebih premium. Penjualan lewat kanal online juga menekan biaya distribusi dan mempermudah penetapan harga agresif.
Tidak ada keterangan soal jadwal peluncuran, negara yang akan disasar lebih dulu, maupun kemungkinan masuk ke Indonesia. Soal ketersediaan layanan Google di perangkat Starlight juga belum disebut dalam rumor ini.
Huawei sendiri belum mengumumkan Starlight secara resmi. Seluruh informasi mengenai sub-brand dan produk pertamanya masih sebatas rumor yang beredar di Weibo.