BANJARMASIN — Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan harus berjalan seiring kewaspadaan terhadap modus penipuan yang kian beragam. Peserta tidak cukup memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan, tetapi juga dituntut menjaga keamanan data pribadi dan memastikan legalitas setiap penawaran.
Program Banua Waspada Scam menjadi kanal OJK bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha jasa keuangan untuk mendorong masyarakat lebih cerdas mengelola keuangan. Peserta juga dibekali langkah tepat melindungi diri saat menghadapi indikasi scam.
Materi edukasi memuat data Indonesia AntiScam Centre (IASC) yang mencatat 3.314 laporan penipuan keuangan dari wilayah Kalimantan Selatan. Total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp111 miliar.
Angka itu dipakai sebagai pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan. Peserta juga diminta segera mengambil langkah penanganan begitu mengalami atau menemukan indikasi penipuan.
Dalam sesi edukasi, peserta diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Foto identitas diri, PIN, kata sandi, maupun kode one-time password (OTP) tidak boleh dibagikan kepada pihak lain.
OJK juga mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran pekerjaan, survei, hadiah, atau imbalan yang mensyaratkan penggunaan rekening pribadi. Rekening pribadi tidak boleh dipakai menerima maupun meneruskan dana yang tidak diketahui asal-usulnya.
Tawaran pinjaman atau investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar masuk daftar yang harus dicurigai. Setiap penawaran perlu diperiksa melalui kanal resmi untuk memastikan legalitas penyedia layanan dan kesesuaiannya dengan ketentuan berlaku.
"Setiap penawaran perlu diperiksa melalui kanal resmi untuk memastikan legalitas penyedia layanan dan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan atau meneruskan dana yang tidak diketahui asal-usulnya atas instruksi pihak yang tidak dikenal," ujar Agus.
Jika menerima dana tidak dikenal dan diminta memindahkannya ke rekening lain, masyarakat perlu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank terkait. Langkah itu untuk menghindari risiko penyalahgunaan rekening.
Korban penipuan diminta segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran melalui kanal resmi. Bukti transaksi dan komunikasi wajib disimpan, lalu laporan disampaikan melalui IASC sesuai mekanisme yang berlaku.
Bank Kalsel mengingatkan peserta agar memanfaatkan layanan perbankan melalui kantor dan kanal resmi serta menjaga kerahasiaan informasi perbankan. PT Pegadaian mengajak masyarakat memahami karakteristik produk dan layanan sebelum mengambil keputusan keuangan.
Peserta juga diminta menyesuaikan pilihan produk dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR mendukung upaya peningkatan literasi dan pelindungan konsumen keuangan bagi masyarakat.
"Bagi saya pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan finansial masyarakat, termasuk petugas kebersihan yang mengikuti kegiatan edukasi kali ini," kata Yamin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 sekaligus mendukung Program Banua Waspada Scam. OJK berharap peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengelola keuangan secara bijak hingga melaporkan indikasi penipuan melalui saluran yang tepat.