BANJAR — Relawan yang terpapar asap saat memadamkan karhutla di Kabupaten Banjar langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Pemkab Banjar menyatakan tidak akan membiarkan para relawan menanggung sendiri biaya pengobatannya.
Gangguan kesehatan muncul setelah para relawan bertugas di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti lokasi kebakaran. Kondisi itu membuat mereka harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.
Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan biaya perawatan dan pengobatan para relawan ditanggung pemerintah daerah. Jaminan itu berlaku bagi relawan yang mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar asap selama menjalankan tugas pemadaman.
Langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab pemda terhadap personel yang dikerahkan menangani karhutla. Relawan pemadam kebakaran menjadi ujung tombak penanganan api di lapangan, terutama saat kabut asap membahayakan pernapasan.
Kabut asap pekat dari karhutla mengandung partikel yang bisa mengganggu saluran pernapasan. Relawan yang bertugas dalam waktu lama tanpa perlindungan memadai berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan.
Kondisi ini membuat kesiapan alat pelindung diri dan pemantauan kesehatan petugas menjadi bagian penting dalam setiap operasi pemadaman. Relawan yang sudah terpapar perlu segera mendapat penanganan agar tidak mengalami dampak lanjutan.
Kabupaten Banjar termasuk wilayah di Kalimantan Selatan yang rutin menghadapi karhutla, terutama pada musim kemarau. Petugas dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api di sejumlah titik agar tidak meluas ke permukiman warga.
Pemkab Banjar menegaskan komitmennya mendukung penanganan karhutla, termasuk menjamin kesehatan para relawan yang bertugas di lapangan. Perawatan bagi relawan yang terpapar asap menjadi prioritas agar mereka bisa pulih dan kembali bertugas.