HULU SUNGAI SELATAN — Sosialisasi tersebut menyasar anak-anak dan orang tua murid dengan materi yang disesuaikan usia peserta. Anak-anak diajak mengenali manfaat listrik sehari-hari sekaligus potensi bahaya yang mengintai di sekitar instalasi dan peralatan listrik.
Pengenalan perilaku aman menjadi inti kegiatan, mulai dari tidak bermain di dekat instalasi listrik, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, hingga meminta bantuan orang dewasa saat menggunakan peralatan listrik.
Manager ULP Daha, Septi Uliyani, menilai pendekatan sesuai usia anak membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan. Ia menekankan peran orang tua untuk memperkuat pemahaman tersebut di rumah.
"Melalui pengenalan sederhana sejak dini, kami ingin anak-anak mengetahui cara menjaga diri saat berada di sekitar listrik. Peran orang tua juga penting untuk memperkuat pemahaman tersebut, sehingga kebiasaan aman dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah," terang Septi.
Menurutnya, pemahaman yang diperoleh anak-anak dapat menjadi awal tumbuhnya kesadaran keselamatan di lingkungan keluarga. Anak yang mengenali perilaku berisiko diharapkan mampu mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk lebih berhati-hati saat menggunakan listrik.
Kepala RA Al Ihsan, Irna Soehartini, S.Pd.I., mengapresiasi sosialisasi yang dilaksanakan PLN ULP Daha. Ia menilai kegiatan tersebut menambah pengetahuan anak didik dan orang tua tentang manfaat listrik serta cara menjaga keselamatan di sekitarnya.
"Kami berterima kasih kepada PLN ULP Daha yang telah memberikan edukasi kelistrikan kepada anak-anak dan orang tua murid. Pengetahuan ini penting agar anak-anak lebih memahami keselamatan saat berada di sekitar sumber listrik," ungkap Irna.
Edukasi tersebut mendukung upaya sekolah dalam menanamkan perilaku hidup aman dan menjaga lingkungan sekolah yang sehat.
Melalui edukasi yang melibatkan sekolah dan orang tua, PLN UID Kalselteng berharap pemahaman keselamatan kelistrikan terus diterapkan dalam keseharian anak-anak. Pesan keselamatan tidak hanya dipahami saat sosialisasi berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan di rumah dan di sekolah.