BARABAI — Kenaikan IKK Hulu Sungai Tengah terjadi di tengah tren lima tahunan yang justru menurun 0,32 poin. IKK adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota dibandingkan harga di kota acuan, yakni Kota Surabaya.
Semakin tinggi angka IKK di suatu daerah, semakin mahal pula harga konstruksi bangunan di wilayah tersebut. Dengan IKK 101,42 poin, biaya membangun di Hulu Sungai Tengah berada sedikit di atas level Surabaya.
Angka itu menunjukkan harga konstruksi bangunan di Hulu Sungai Tengah setara 1,014 kali harga konstruksi di Kota Surabaya. Artinya, kebutuhan material dan jasa konstruksi di daerah ini tidak lebih murah dibanding kota besar yang jadi patokan nasional.
Bagi warga yang hendak membangun rumah atau merenovasi bangunan, IKK menjadi salah satu rujukan tidak langsung soal besaran biaya yang perlu disiapkan. Pemerintah daerah juga memakai indeks ini untuk menghitung perkiraan biaya proyek infrastruktur.
Dibandingkan 13 kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan, IKK Hulu Sungai Tengah berada di urutan terendah ke-7. Posisi ini menempatkannya di lapisan tengah persaingan kemahalan konstruksi antardaerah di provinsi tersebut.
Kabupaten Kota Baru mencatat IKK terendah dengan 99,52 poin, sedangkan Kabupaten Barito Kuala tertinggi dengan 107,09 poin. Selisih keduanya mencapai 7,57 poin.
Hulu Sungai Tengah tidak masuk dalam lima besar maupun lima terkecil. Dengan 101,42 poin, posisinya berada di antara Kota Banjarmasin (100,73 poin) dan Kabupaten Tapin (102,09 poin).
BPS menyusun IKK sebagai indeks harga untuk mengukur tingkat kemahalan konstruksi di setiap kabupaten/kota. Data ini dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari penyusunan anggaran proyek hingga perhitungan nilai bangunan yang akan dibangun pemerintah maupun swasta.
Perbedaan angka antardaerah dipengaruhi sejumlah faktor, seperti jarak distribusi material, ketersediaan tenaga kerja konstruksi, dan kondisi geografis wilayah. Daerah yang jauh dari sumber material umumnya punya IKK lebih tinggi.
Untuk Hulu Sungai Tengah, kenaikan 2,01 poin pada 2025 menandakan biaya konstruksi di daerah ini bergerak naik dibanding tahun sebelumnya. Namun dalam rentang lima tahun, angkanya masih turun 0,32 poin.