BANJARMASIN — Ratusan warga memadati halaman depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin sejak pagi untuk mengikuti Salat Istisqa. Mereka duduk bersimpuh di atas sajadah yang digelar di aspal, memusatkan khusyuk pada munajat memohon diturunkannya hujan. Kehadiran Gubernur Kalsel H Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan situasi darurat yang sedang dihadapi provinsi ini.
Salat Istisqa digelar bukan tanpa alasan. Kondisi cuaca panas yang terus memuncak dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah wilayah di Kalsel rawan terbakar. Konsentrasi titik panas dan kejadian karhutla saat ini terkonsentrasi di Kabupaten Banjar, Tapin, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.
Di Banjarbaru, sejumlah titik api muncul di kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Area seperti Guntung Damar, Pengayuan, hingga kawasan hutan lindung menjadi perhatian serius karena berdekatan dengan jalur penerbangan.
Upaya teknis pemadaman dan pencegahan sebenarnya terus dilakukan. Muhidin mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran, hingga para relawan yang berjibaku di lapangan. Namun, ada satu kendala besar yang diakui pemerintah: operasi modifikasi cuaca sulit dilakukan.
"Saat ini modifikasi cuaca agak sulit dilakukan karena awan tidak ada untuk disemai. Jadi, kita berharap mudah-mudahan dengan Salat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalimantan Selatan," tuturnya di hadapan jemaah.
Dalam kesempatan itu, Muhidin menyampaikan harapannya agar hujan segera turun secara merata di seluruh wilayah Kalsel, khususnya di daerah dengan konsentrasi titik panas tertinggi. Ia mencontohkan Kabupaten Balangan yang sempat diguyur hujan setelah melaksanakan Salat Istisqa beberapa waktu lalu.
"Kita semua berharap hujan segera turun secara merata di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Kita juga bersyukur sebelumnya Kabupaten Balangan sempat diguyur hujan setelah Salat Istisqa. Semoga daerah lain juga segera diturunkan hujan," ucap Muhidin.
Pemerintah Provinsi Kalsel tidak berhenti pada satu seremoni. Muhidin menginstruksikan agar seluruh pengurus masjid dan musala di kabupaten kota turut melaksanakan Salat Istisqa di lingkungan masing-masing. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi musim kemarau yang diprediksi masih berlanjut.
"Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kita benar-benar mengharapkan dengan Salat Istisqa ini Allah menurunkan hujan di Kalimantan Selatan," pungkasnya, diamini jemaah yang hadir.