Bank Indonesia Gandeng 112 UMKM Kalimantan Selatan ke Rantai Pasok Korporasi, KUR Tembus Rp 2,69 Triliun

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:21:01 WIB
Bank Indonesia memfasilitasi 112 UMKM Kalimantan Selatan masuk rantai pasok korporasi dengan pembiayaan Rp 8,7 miliar.

BANJARBARU — Gerakan Korporasi Gandeng UMKM yang digagas Bank Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata di Kalimantan Selatan. Sepanjang 2026, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel memfasilitasi dua pelaku usaha untuk menembus pasar ekspor dengan nilai transaksi Rp 2,08 miliar, sementara 112 UMKM lainnya memperoleh pembiayaan senilai total Rp 8,7 miliar.

Angka tersebut menjadi bagian dari target nasional yang dicanangkan dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Secara keseluruhan, Bank Indonesia menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp 446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, mencapai Rp 212,8 miliar.

Skema Mikro Mendominasi Penyaluran KUR di Kalsel

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Selatan hingga akhir Juni 2026 tercatat mencapai Rp 2,69 triliun. Dari jumlah tersebut, skema mikro mendominasi dengan nilai Rp 1,76 triliun, ditopang pembiayaan Ultra Mikro (UMi) senilai Rp 30,95 miliar yang menjangkau 5.547 debitur.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menegaskan bahwa kemitraan dengan korporasi menjadi kunci bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha.

"UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia," ujarnya saat membuka talkshow "Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas" di JICC Jakarta, 20 Agustus 2026.

Kemitraan Bukan Sekadar Modal, tapi Akses Pasar dan Teknologi

Melalui gerakan ini, pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan suntikan modal. Mereka juga terhubung dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi, yang membuka akses terhadap jaringan distribusi, teknologi, pengalaman, serta standar usaha yang lebih tinggi.

Bank Indonesia juga memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK serta pendataan pelaku usaha potensial yang layak dibiayai melalui aplikasi BISAID. Sinergi lain dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan untuk mendorong legalitas usaha, dan dengan Badan Amil Zakat Nasional Kalsel untuk pembinaan pelaku usaha ultra mikro dan prasejahtera.

Semangat yang diusung dalam KKI 2026 adalah "Beudaya Meusare Sare" yang berarti Berdaya Bersama-sama. Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan korporasi untuk meningkatkan intermediasi guna mendukung sektor riil, khususnya UMKM di Kalimantan Selatan, agar semakin banyak pelaku usaha yang naik kelas dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: mediaprospek.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top