Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turun langsung memantau proses pengaspalan di Jalan Purnawirawan menuju Guntung Manggis pada Kamis (20/8/2026) siang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan salah satu dari 14 trase jalan lingkar inisiasinya berjalan presisi dan sesuai target.
BANJARBARU — Proyek infrastruktur jalan lingkar di Kota Banjarbaru memasuki tahap krusial. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menginspeksi langsung lokasi pengaspalan Jalan Purnawirawan yang menghubungkan kawasan Guntung Manggis, Kamis (20/8/2026) siang.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Pemkot Banjarbaru itu bukan sekadar seremonial. Lisa ingin memastikan pengerjaan fisik di lapangan berjalan presisi, tidak sekadar mengejar target waktu tetapi juga mengedepankan kualitas hasil akhir yang bisa dinikmati warga dalam jangka panjang.
Dalam peninjauan tersebut, Lisa didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari. Pendampingan dari dinas teknis ini menjadi sinyal bahwa pengawasan proyek strategis dilakukan secara ketat dari tingkat eksekutif hingga jajaran teknis.
Jalan Purnawirawan-Guntung Manggis merupakan satu dari 14 trase yang masuk dalam skema besar jalan lingkar yang digagas Lisa. Proyek ini dirancang untuk memecah kepadatan lalu lintas di pusat kota serta membuka akses baru menuju kawasan permukiman dan pusat ekonomi baru di sisi timur Banjarbaru.
Instruksi Lisa di lapangan menegaskan bahwa pekerjaan aspal harus dilakukan dengan metode yang benar. Mulai dari pemadatan lapisan dasar, penghamparan aspal, hingga pemadatan akhir, semua tahapan harus sesuai spesifikasi teknis agar tidak mudah rusak saat dilintasi kendaraan berat.
Pengaspalan yang presisi juga menentukan umur pakai jalan. Jika pengerjaan asal-asalan, potensi kerusakan seperti bergelombang dan berlubang akan cepat muncul, yang justru akan menjadi beban baru bagi anggaran perbaikan di masa mendatang.
Bagi warga Guntung Manggis dan sekitarnya, proyek ini dinanti karena memangkas waktu tempuh menuju pusat kota. Jalan yang mulus juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan, terutama untuk akses distribusi barang dan jasa dari warga yang memiliki usaha mikro.
Peninjauan langsung ini merupakan bagian dari komitmen Lisa untuk memastikan setiap proyek yang dianggarkan benar-benar terealisasi dan memberikan dampak nyata. Langkah ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan pengawasan langsung dari pucuk pimpinan, diharapkan kontraktor pelaksana bekerja lebih disiplin. Pemkot Banjarbaru menargetkan seluruh trase jalan lingkar yang menjadi prioritas dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga konektivitas antarwilayah di kota berjuluk "Bumi Idaman" ini semakin terintegrasi.