ExcelScale Resmi Masuk Malaysia, Tawarkan Akses 100+ Model AI Lewat Satu API

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:56:34 WIB
ExcelScale resmi beroperasi di Malaysia dengan menawarkan akses lebih dari 100 model AI melalui satu API terstandardisasi.

KALIMANTAN SELATAN — Perusahaan di Malaysia yang ingin memperluas adopsi AI kini punya opsi baru. ExcelScale, platform infrastruktur AI, resmi beroperasi di negara tersebut dengan menawarkan satu titik akses ke lebih dari 100 model AI dari berbagai penyedia terkemuka.

Langkah ini menjawab persoalan yang kerap dihadapi korporasi: bukan lagi soal mendapatkan akses ke model AI, melainkan bagaimana mengintegrasikan dan mengelolanya secara aman dalam skala besar. Selama ini, perusahaan harus berurusan dengan banyak akun penyedia, API, sistem penagihan, hingga kebijakan tata kelola yang berbeda-beda.

Apa yang Ditawarkan ExcelScale?

Melalui satu API terstandardisasi, organisasi dapat terhubung dengan model AI untuk berbagai kebutuhan: pembuatan teks, pengenalan visual, sintesis suara, pembuatan video, hingga analisis data. Tim teknis tidak perlu membangun ulang integrasi setiap kali ingin menggunakan model dari penyedia yang berbeda.

Platform ini juga menyertakan fitur kelas enterprise seperti pengendalian akses, manajemen kunci API, izin model yang bisa dikonfigurasi, serta opsi penerapan Virtual Private Cloud (VPC). Dasbor terpusat memungkinkan perusahaan memantau permintaan API, penggunaan token, dan biaya secara real-time.

Mengapa Perusahaan Butuh Infrastruktur Ini?

Seiring meluasnya penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak, riset, produksi konten, dan alur kerja internal, banyak organisasi di Malaysia yang kini mengelola beberapa penyedia AI sekaligus. Kondisi ini menciptakan tantangan baru terkait interoperabilitas dan pengawasan operasional.

“AI perusahaan telah mencapai tahap ketika akses bukan lagi menjadi hambatan utama. Tantangan yang lebih besar adalah menggabungkan berbagai kemampuan AI dengan cara yang tetap praktis, aman, dan mudah dikelola bagi perusahaan,” ujar Todd Abraham, General Manager ExcelScale.

“Perusahaan menginginkan fleksibilitas untuk memilih model yang tepat bagi tiap tugas tanpa harus memelihara lingkungan teknis yang terpisah tiap kali menggunakan model yang berbeda,” tambahnya.

Dampak bagi Operasional Bisnis

Dengan model infrastruktur ini, perusahaan dapat mengurangi beban pemeliharaan sistem yang saling terpisah. Waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk mengurus infrastruktur teknis bisa dialihkan ke pengembangan aplikasi yang mendukung produktivitas dan inovasi.

ExcelScale menargetkan organisasi yang ingin membawa AI dari tahap uji coba ke operasional harian. “Visi kami adalah membantu perusahaan menerapkan AI dengan kejelasan dan kendali yang lebih baik,” kata Todd. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi ExcelScale.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: monitorriau.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top