MARTAPURA — Tujuh puluh enam tahun perjalanan Kabupaten Banjar bukan sekadar bertambahnya usia sebuah daerah, melainkan pengingat bahwa masa depan Banjar adalah tanggung jawab bersama. Di balik usia tersebut tersimpan sejarah, perjuangan, pengabdian, sekaligus doa para pendahulu yang meletakkan fondasi pembangunan daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-76 tahun 2026 menjadi ruang untuk menoleh pada perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama menata dan menjaga daerah agar tetap tumbuh menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Di tengah refleksi perjalanan daerah, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar pada tahun 2025 mencapai 75,11, melampaui target yang ditetapkan sebesar 74,78.
Dari sisi ekonomi, Kabupaten Banjar mencatat pertumbuhan 5,07 persen sepanjang 2025. Tren ini berlanjut pada triwulan pertama 2026 dengan pertumbuhan ekonomi yang menguat hingga 5,37 persen.
Bagi pemerintah daerah, angka-angka itu bukanlah tujuan akhir. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan kesejahteraan yang semakin dirasakan masyarakat.
Dalam konteks pemerintahan, Saidi memberi perhatian khusus terhadap peran setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak pemerintahan sekaligus wajah pelayanan publik. ASN dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab.
"Tujuh puluh enam tahun perjalanan Kabupaten Banjar mengajarkan satu hal, tidak ada keberhasilan yang lahir tanpa kerja bersama yang dibangun dan dijalin seluruh elemen. Mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu dengan karya terbaik kita," ujar Saidi pada upacara peringatan di Ruang Terbuka Hijau Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Jumat (14/8/2026).
Ia menekankan pentingnya sikap ASN terus menjaga integritas, loyalitas, kompetensi, dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat sehingga kerja nyata yang dilakukan memberikan hasil berupa pelayanan maksimal.
Saidi memastikan kondisi keuangan daerah Kabupaten Banjar secara umum hingga akhir 2026 berada dalam kondisi aman. Tidak terdapat kendala pembiayaan pembangunan, termasuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK.
Kepastian ini menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan program pemerintah daerah, terutama dalam menjaga agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Memasuki usia ke-76, Saidi mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan tema "Banjar Ditata, Banjar Dijaga" bukan sekadar slogan peringatan hari jadi, melainkan gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari. Menata Banjar berarti membangun daerah berdasarkan perencanaan dan kebutuhan masyarakat. Menjaga Banjar berarti merawat hasil pembangunan, lingkungan, dan kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu.
"Mari kita menata Banjar dengan perencanaan, membangun Banjar dengan kerja nyata, menjaga Banjar dengan kebersamaan, serta bersama memajukan Banjar dengan semangat gotong royong," ajak Bupati Banjar dua periode itu.
Saidi meyakini kekuatan terbesar Kabupaten Banjar bukan hanya berada pada sumber daya yang dimiliki, tetapi juga pada semangat kebersamaan masyarakat. Dengan semangat saling bahu-membahu seluruh elemen masyarakat, target pembangunan yang dicita-citakan dalam RPJMD dapat diwujudkan bersama.