BALANGAN — Ratusan jamaah berbaju putih memadati Lapangan Kantor Pemerintah Kabupaten Balangan sejak pukul 07.00 WITA, Rabu (19/8/2026). Mereka mengikuti Sholat Istisqa yang digelar Pemkab Balangan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai respon atas kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.
Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi jajaran kepolisian dengan pemerintah daerah, menindaklanjuti arahan Kapolda Kalimantan Selatan serta undangan resmi Kapolres Balangan.
Sholat Istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan. Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat kewaspadaan warga terhadap potensi karhutla yang biasanya meningkat drastis saat kemarau panjang.
Warga diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama munculnya titik api yang sulit dikendalikan ketika angin kencang dan cuaca panas.
Selain mencegah karhutla, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Ketersediaan air menjadi persoalan krusial di sejumlah desa yang bergantung pada sumber mata air dangkal.
Pemkab Balangan berharap ikhtiar melalui doa ini berjalan beriringan dengan langkah nyata menjaga lingkungan. Sinergi antara pemerintah, aparat, ulama, dan warga dinilai penting untuk memastikan dampak kemarau bisa ditekan, terutama dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kebersamaan tersebut, Balangan diharapkan mampu melewati masa kemarau tanpa kehilangan sumber daya alam akibat api.