BANJARBARU — Puluhan personel Dinas PUPR Kalsel mulai ditempatkan di Posko Karhutla kawasan Hutan Lindung Jalan Makmur, Banjarbaru, sejak 10 Agustus 2026. Mereka bertugas memastikan infrastruktur pengairan berfungsi optimal untuk menjaga lahan tetap basah.
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku PUPR Kalsel, Herry Ade Permana, mengatakan upaya pembasahan sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum musim kemarau tiba. Sejak Mei, pintu pengatur air di BRK 9 Cinde Alus telah dibuka dengan debit sekitar 0,47 meter kubik per detik.
Air dari pintu tersebut dialirkan untuk menjaga ketersediaan air di kawasan Guntung Damar hingga area sekitar Bandara Syamsudin Noor. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan kawasan tersebut masih dalam kondisi basah.
"Yang kami cek kemarin masih basah sampai ke ujung Guntung Damar, termasuk area Bandara dan sekitarnya," jelas Herry, Selasa (18/8/2026).
Kondisi ini menjadi indikator bahwa pembasahan yang dilakukan secara berkelanjutan efektif menjaga kelembapan tanah di wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Untuk memperkuat pembasahan di Hutan Lindung Jalan Makmur, PUPR Kalsel mengoperasikan satu unit pompa berukuran 8 inci, dua unit pompa 4 inci, serta pompa apung. Peralatan ini bekerja maksimal, bahkan hingga 24 jam nonstop.
Air yang diangkat dari jaringan irigasi dan saluran pembuang kemudian diteruskan secara estafet oleh petugas Dinas Kehutanan untuk menjangkau area hutan lindung yang lebih dalam.
"Konsepnya air dari irigasi dan saluran pembuang kami angkat atau alirkan menuju hutan lindung. Setelah itu teman-teman kehutanan melanjutkan pembasahan ke area hutan lindung," terang Herry.
PUPR Kalsel juga mendirikan satu posko utama yang dilengkapi dua tenda di ujung Jalan Makmur, Kota Banjarbaru. Posko tersebut sengaja ditempatkan dekat saluran air yang menjadi sumber suplai utama pembasahan.
Sistem pengendalian air di kawasan ini sebenarnya bukan hal baru. PUPR Kalsel sebelumnya telah membangun sejumlah pintu pengatur atau tabet pada jaringan saluran di sekitar hutan lindung. Infrastruktur tersebut kini kembali difungsikan untuk mendukung pencegahan karhutla.
"Jadi kami menyiapkan infrastruktur dan debit air untuk pembasahan. Itu yang selama ini menjadi keterlibatan PUPR dalam penanganan Karhutla," pungkas Herry.
Pembasahan lahan gambut dan hutan lindung menjadi strategi utama karena mampu menekan potensi munculnya titik api di permukaan. Lahan yang lembap tidak mudah terbakar meski diterpa panas ekstrem saat kemarau.
Melalui sinergi PUPR dan Dinas Kehutanan Kalsel, pembasahan kawasan hutan lindung akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.