Tanglong Dua Malam dan Hadiah Rp200 Juta Warnai Harjad ke-500 Banjarmasin, Digelar 25-27 September 2026

Penulis: Eko Saputro  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:04:01 WIB
Lomba tanglong dalam rangka Harjad ke-500 Banjarmasin digelar selama dua malam pada 25-27 September 2026 dengan total hadiah Rp200 juta.

BANJARMASIN — Perayaan lima abad Kota Seribu Sungai menghadirkan pembaruan besar pada lomba tanglong. Jika pelaksanaan sebelumnya hanya satu malam, tahun ini peserta mendapat kesempatan unjuk kebolehan selama dua malam. Perubahan ini diharapkan meningkatkan kemeriahan dan daya tarik tradisi khas Banjarmasin.

Pergeseran pola penampilan ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung pada 25-27 September 2026. Waktu persiapan peserta juga disesuaikan agar kualitas atraksi yang ditampilkan lebih maksimal.

Hadiah Utama Capai Rp200 Juta

Durasi penampilan yang lebih panjang berbanding lurus dengan nilai hadiah yang diperebutkan. Total hadiah mencapai Rp200 juta, menjadikannya magnet utama bagi peserta dari berbagai daerah.

Angka tersebut menunjukkan keseriusan Pemko Banjarmasin dalam melestarikan tanglong sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Tradisi lampion raksasa beraneka bentuk ini selalu dinanti warga setiap peringatan hari jadi kota.

Tanglong Bukan Sekadar Lomba, Melainkan Identitas Kota

Kehadiran tanglong dalam setiap perayaan bukan tanpa alasan. Tradisi ini dianggap sebagai salah satu ikon budaya yang memperkuat identitas Banjarmasin di mata nasional maupun mancanegara. Karena itu, penyelenggaraannya mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota.

Dengan durasi dua malam, masyarakat dipastikan mendapatkan pengalaman menonton yang lebih lama dan beragam. Hal ini juga menjadi peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal untuk bergerak lebih dinamis selama perayaan berlangsung.

Rangkaian acara Harjad ke-500 Banjarmasin dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Momentum ini menjadi perayaan penting bagi warga untuk mengenang sejarah panjang kota yang berdiri di tepian sungai.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top