MacBook Pro M5 Naik Harga Rp 5 Jutaan, Layak Beli atau Tunggu MacBook Ultra?

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:42:31 WIB
MacBook Pro M5 resmi mengalami kenaikan harga hingga Rp 5 jutaan imbas krisis pasokan memori global.

KALIMANTAN SELATAN — Kenaikan harga yang terjadi sejak Juni 2026 ini bukan tanpa alasan. Apple menaikkan harga hampir seluruh lini perangkat kerasnya, dari MacBook Air hingga MacBook Pro, imbas dari krisis pasokan memori dan melonjaknya harga komponen komputer. Bagi Anda yang sempat menunda pembelian awal tahun, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, keputusan untuk membeli sekarang atau menunggu membutuhkan pertimbangan matang.

MacBook Ultra: Layar OLED Sentuh yang Dinanti

Apple dikabarkan akan menggelar acara tahunannya pada musim gugur 2026. Puncak acara tersebut diperkirakan menjadi panggung bagi perangkat bernama MacBook Ultra. Perangkat ini disebut-sebut akan menjadi MacBook pertama dengan layar OLED sentuh, sebuah peningkatan besar yang sudah lama dinantikan penggemar setia Apple.

Jika kabar ini akurat, membeli MacBook Pro M5 sekarang terasa seperti keputusan kurang bijak. Membayar mahal untuk perangkat yang dalam hitungan bulan akan "usang" secara fitur dibandingkan model terbaru tentu bukan pilihan menarik. MacBook Ultra kabarnya akan menggunakan chip M5 Pro dan M5 Ultra yang sama, tetapi model berikutnya diyakini membawa chip M6 generasi baru yang lebih fokus pada kecerdasan buatan (AI).

Keputusan Cerdas: Menunggu atau Beralih ke Model Lain?

Jika laptop Anda saat ini masih berfungsi baik, opsi paling masuk akal adalah bertahan. Pengalaman menggunakan MacBook Pro M1 Pro untuk pekerjaan sehari-hari seperti mengetik, streaming, dan pengeditan foto ringan masih terasa mulus. Keinginan untuk upgrade memang ada, tetapi kehadiran MacBook Ultra yang lebih canggih menjadi alasan kuat untuk bersabar.

Kabar baiknya, menunggu tidak akan membuat Anda rugi besar. Harga MacBook Pro M5 saat ini berada di titik tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan jika MacBook Ultra tidak kunjung hadir, Anda tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan harga lebih murah karena harga saat ini sudah pasti mahal. Sebaliknya, jika Apple meluncurkan produk baru dengan prosesor M6, nilai pembelian Anda akan jauh lebih sepadan.

Alternatif Lain: Turun Kelas ke MacBook Air atau Neo

Bagi Anda yang tidak membutuhkan performa ekstrem, pertimbangkan untuk beralih ke lini MacBook Air. Sebelum menggunakan MacBook Pro, banyak pengguna merasa MacBook Air sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian. Bahkan, perangkat tersebut bisa bertahan bertahun-tahun dan diwariskan ke anggota keluarga lain.

MacBook Air M5 mendapatkan ulasan positif berkat desain tipis, performa cepat, serta trackpad dan keyboard yang nyaman. Meski harganya naik USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta), Anda masih bisa mendapatkannya di bawah USD 1.500 (sekitar Rp 24,7 juta). Untuk kebutuhan lebih ringan seperti browsing dan mengetik, MacBook Neo hadir sebagai laptop termurah Apple dengan harga di bawah USD 700 (sekitar Rp 11,5 juta) setelah kenaikan USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta).

Pilihan lain yang patut dipertimbangkan adalah mencari MacBook Pro M4 atau bahkan M2 dengan harga diskon. Beberapa retailer seperti Best Buy menjual MacBook Pro M2 seharga USD 1.599 (sekitar Rp 26,3 juta) dalam program clearance.

Kesimpulan: Kapan Waktu Terbaik Membeli?

Keputusan akhir kembali pada kebutuhan dan kondisi finansial Anda. Jika MacBook Pro M5 adalah kebutuhan mendesak untuk pekerjaan yang menghasilkan uang, kenaikan harga mungkin bukan penghalang. Namun, jika Anda bisa menunda, menunggu hingga akhir 2026 atau awal 2027 untuk melihat realisasi MacBook Ultra adalah langkah paling strategis. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan fitur layar sentuh OLED atau setidaknya harga MacBook Pro M5 yang lebih masuk akal.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top