Pertamina Hulu Rokan Siapkan Jurus Jitu Jaga Produksi Migas di Tengah Sumur Tua yang Kian Menua

Penulis: Andi Pratama  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17:01 WIB
Pertamina Hulu Rokan menerapkan teknologi enhanced oil recovery untuk menjaga produksi migas di tengah kondisi sumur tua.

KALIMANTAN SELATAN — Sumur Tua Bukan Halangan, Ini Kunci PHR Bertahan

Lapangan minyak yang sudah berumur puluhan tahun biasanya menghadapi tantangan besar: tekanan reservoir yang menurun dan kandungan air yang semakin tinggi. Kondisi ini membuat produksi minyak secara alamiah akan terus berkurang seiring waktu. Namun, PHR tidak tinggal diam. Perusahaan pelat merah ini justru menggenjot berbagai inovasi teknologi dan efisiensi operasional untuk memastikan produksi tetap berada di level yang optimal.

Salah satu pendekatan yang diandalkan adalah penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan optimasi sumur existing. Dengan cara ini, PHR berupaya "memeras" minyak yang tersisa dari batuan reservoir yang sudah tua. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga produksi, tetapi juga memastikan investasi yang dikeluarkan memberikan hasil maksimal bagi negara. Menjaga Pasokan Energi untuk Kebutuhan Nasional

Keberhasilan PHR menjaga produksi memiliki dampak langsung terhadap pasokan energi di dalam negeri. Sebagai bagian dari Pertamina Regional 1, PHR memasok minyak mentah untuk diolah menjadi BBM dan produk kilang lainnya. Jika produksi anjlok, impor minyak mentah pun berpotensi meningkat, yang pada akhirnya membebani neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, strategi yang dijalankan PHR bukan sekadar urusan internal perusahaan. Ini menyangkut kepentingan publik yang lebih luas, mulai dari stabilitas harga energi hingga ketahanan pasokan listrik dan bahan bakar bagi industri. Apa Langkah Selanjutnya?

Ke depan, PHR dipastikan akan terus memacu kegiatan pengeboran sumur baru (development drilling) dan intensifikasi di sumur-sumur yang sudah ada. Meski tantangan teknis di lapangan tua sangat kompleks, komitmen untuk menjaga produksi tetap menjadi prioritas utama. Dengan cadangan yang masih tersisa, efisiensi dan inovasi adalah kunci agar aset strategis negara ini tetap produktif dalam jangka panjang.

Keberhasilan PHR dalam mengelola lapangan tua juga menjadi tolok ukur bagi pengelolaan blok-blok migas lain di Indonesia yang kondisinya serupa. Jika strategi ini berhasil, maka ketahanan energi nasional akan semakin kokoh dan ketergantungan pada energi impor bisa ditekan.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top