BANJARBARU — Usia 76 tahun bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah daerah. Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK menegaskan bahwa capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan akumulasi kerja keras dan gotong royong seluruh lapisan masyarakat serta Forkopimda Kalsel selama lebih dari tujuh dekade.
“Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan momentum reflektif yang sarat makna historis, karena sudah melampaui setengah abad,” ujar Supian HK usai acara kepada wartawan.
Menurutnya, dalam rentang waktu tersebut, Kalsel telah bertransformasi menjadi salah satu provinsi penyangga pangan dan Sumber Daya Alam (SDA) nasional. Kontribusi ini, kata dia, tidak lepas dari peran para pemimpin daerah dari masa ke masa.
“Hasil pembangunan yang sudah kita rasakan selama 75 tahun itu adalah semua jasa Gubernur Kalsel,” katanya.
Perayaan tahun ini mengusung tema ‘Tugul Maharagu, Begawi Laju, Banua Maju’. Supian menjelaskan, filosofi tersebut mencerminkan tekad untuk memperkuat daya tahan daerah sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika nasional.
“Oleh karena itu, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat tersebut agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” ucapnya.
Ia menambahkan, semangat tugul yang kokoh, maharagu yang saling menjaga, dan begawi laju yang produktif adalah kunci untuk mengantarkan Banua benar-benar maju dan berkeadilan.
Di sela peringatan tersebut, Supian HK menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel. Menurutnya, sinkronisasi program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar.
“DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh arah pembangunan, tetapi kami tetap mengawasi, baik itu penggunaan anggaran, pengawasannya dan lainnya sesuai dengan Fungsi Dewan,” lanjutnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa dukungan politik tidak lantas menghilangkan fungsi kontrol parlemen terhadap jalannya roda pemerintahan daerah.
Puncak acara peringatan HUT ke-76 kali ini juga ditandai dengan peresmian Masjid Muhammad Arsyad Al-Banjari oleh Gubernur Kalsel. Supian HK menyambut baik peresmian ikon baru umat Islam di Banua ini.
“Apa yang disampaikan Gubernur tadi, dimana setiap SKPD harus memanfaatkan masjid ini dalam hal menyemarakkan syariat Islam,” imbuhnya.
Ia berharap keberadaan masjid megah tersebut tidak hanya menjadi simbol kebanggaan arsitektur, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan penguatan syiar Islam di lingkungan pemerintahan.
Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel, wali kota, bupati se-Kalsel, serta undangan lainnya itu berlangsung khidmat. Kini, dengan usia yang menginjak 76 tahun, publik menanti apakah semangat kebersamaan yang diusung mampu menjawab ujian pembangunan Banua di masa depan.