Rapat Paripurna HUT Ke-76 Kalsel: Wagub Hasnuryadi Tegaskan Tema "Tugul Maharagu" Jadi Penguat Komitmen Jaga Budaya dan Kerja Cepat

Penulis: Eko Saputro  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:42:01 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan memasuki ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel dengan iringan kesenian Sinoman Hadrah.

BANJARMASIN — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel tahun 2026 berlangsung khidmat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (12/8). Gubernur Kalsel H Muhidin hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin, serta Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman bersama Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Seluruh pimpinan dan anggota dewan tampil kompak mengenakan pakaian khas adat Banjar. Suasana kian semarak saat Gubernur dan Wakil Gubernur beserta istri, serta pimpinan DPRD, diiringi kesenian Sinoman Hadrah dengan putaran payung warna-warni dan lantunan sholawat Nabi saat memasuki ruang rapat.

Makna Tema "Tugul Maharagu" bagi Pembangunan Banua

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menjelaskan, peringatan tahun ini mengusung tema "Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju". Tema ini dimaknai sebagai semangat bersama menjaga sekaligus memajukan daerah.

"Tugul Maharagu bermakna giat memelihara, baik memelihara lingkungan, memelihara budaya, maupun memelihara keharmonisan sosial yang selama ini sudah tumbuh baik di daerah kita," ujar Hasnuryadi dalam sambutannya.

Adapun "Bagawi Laju" dimaknai sebagai semangat bekerja cepat dan tepat untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara "Banua Maju" menjadi tujuan akhir dari seluruh ikhtiar pembangunan di Kalsel.

Menurut Hasnuryadi, penggunaan pakaian adat Banjar dalam persidangan kali ini merupakan wujud sederhana dari semangat "Tugul Maharagu". Komitmen merawat tradisi dan budaya harus terus diteladani dalam keseharian.

Kinerja Tinggi dan Raihan Opini WTP ke-13 Kalinya

Wagub Hasnuryadi memaparkan sejumlah capaian Kalsel sepanjang 2026 sebagai buah kerja bersama. Salah satunya, Kalsel menjadi satu-satunya daerah dari luar Pulau Jawa dalam Lima Besar Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berkinerja Tinggi.

Di bidang pengelolaan keuangan, Pemprov Kalsel kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menunjukkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Pada sektor kesejahteraan masyarakat, Kalsel meraih predikat Terbaik Regional Kalimantan dan Peringkat Kedua Nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan. Prestasi tersebut turut disertai insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat.

Penghargaan Nasional dan Kerja Bersama Semua Pihak

Selain itu, sejumlah penghargaan nasional lainnya diraih di bidang pendidikan, pelayanan publik, pengelolaan BUMD, hingga lingkungan hidup. Hasnuryadi menegaskan bahwa seluruh pengakuan tersebut bukan milik Pemprov semata.

"Semua pengakuan itu bukan milik Pemerintah Provinsi semata. Itu adalah hasil kerja bersama DPRD Provinsi Kalsel, pemerintah kabupaten dan kota, Forkopimda, para ulama, dunia usaha dan seluruh masyarakat Banua," tegas Hasnuryadi.

Memasuki usia 76 tahun, pembangunan Kalsel dinilai sebagai hasil perjalanan panjang warisan para tokoh dan pejuang Banua. Semangat tersebut harus diteruskan melalui kerja nyata berorientasi pada pelayanan publik, daya saing daerah, pemerataan pembangunan, kelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.

Momentum Hari Jadi ke-76 ini diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi menjadi penguat komitmen seluruh komponen daerah untuk terus bergandengan tangan menjaga dan memajukan Banua.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top