KALIMANTAN SELATAN — Galaxy Z Fold8 bukan sekadar penyempurnaan kecil dari pendahulunya. Samsung mengubah beberapa aspek fundamental: bobot turun drastis, rasio layar dirombak, dan sektor kamera ultra-wide akhirnya naik kelas. Kami menguji perangkat ini sebagai daily driver selama beberapa hari untuk melihat apakah perubahan spesifikasi di atas kertas benar-benar terasa dalam pemakaian nyata, bukan cuma angka jualan.
Angka 201 gram mungkin terdengar sepele, tapi ini membuat Z Fold8 menjadi salah satu seri Fold paling ringan yang pernah dirilis. Saat dilipat, perangkat terasa lebih natural digenggam satu tangan — tidak lagi seperti membawa batu bata tipis.
Teknologi engsel Flex Titanium membuat mekanisme buka-tutup terasa lebih mulus dan solid. Lipatan di layar utama juga tampak semakin minim, mengurangi gangguan visual saat membaca atau menonton dengan layar penuh. Untuk pengguna yang sebelumnya ragu beralih ke foldable karena faktor berat, perubahan ini adalah jawaban paling konkret.
Samsung mengubah rasio kedua layar. Cover screen 5,5 inci dengan rasio 10:16 terasa lebih proporsional untuk membalas pesan atau scrolling media sosial tanpa harus membuka perangkat. Sementara layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 memberikan kanvas lebih luas untuk multitasking — membuka dokumen, mengedit foto, atau menjalankan tiga aplikasi bersamaan terasa lebih lapang.
Kecerahan puncak 3.000 nits bukan angka kosong. Di luar ruangan saat siang hari, dengan Vision Booster dan lapisan low-reflection, layar tetap terbaca jelas. Ini peningkatan signifikan untuk pekerja lapangan atau kreator yang sering memotret di bawah sinar matahari langsung.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy adalah salah satu chipset tercepat saat ini. Perpindahan antar aplikasi terasa instan, multitasking berat tidak menemui hambatan berarti, dan fitur Galaxy AI berjalan mulus tanpa lag yang mengganggu.
Samsung membekali baterai silicon-carbon 4.800mAh. Kapasitasnya memang tidak jauh berbeda dari kompetitor, tetapi efisiensi prosesor membuat daya tahan tetap kompetitif untuk pemakaian seharian — termasuk aktivitas kerja, streaming, dan sesekali bermain game.
Peningkatan paling menarik ada di kamera ultra-wide yang kini naik ke sensor 50MP, menggantikan sensor 12MP di generasi sebelumnya. Hasil foto sudut lebar untuk lanskap atau arsitektur punya detail yang jauh lebih baik. Kamera utama juga 50MP, jadi ada konsistensi kualitas antar lensa.
Untuk kebutuhan video, perekaman 8K 30fps dan 4K 60fps sudah didukung. Fitur LOG Video memberikan fleksibilitas color grading ala kamera profesional, ditambah Cinematic LUT, APV HDR, Horizontal Lock, dan My FanCam yang memperkuat posisinya sebagai alat produksi konten dalam satu genggaman.
Galaxy Z Fold8 jelas ditujukan untuk profesional yang butuh layar besar untuk produktivitas dan kreator konten yang menginginkan perangkat serba bisa — dari mengedit video dengan LOG hingga memotret dengan kualitas ultra-wide 50MP. Bobot 201 gram membuatnya lebih mudah direkomendasikan sebagai daily driver dibanding generasi sebelumnya.
Namun, jika kebutuhanmu hanya hiburan dan media sosial, smartphone konvensional dengan harga setengahnya mungkin sudah cukup. Fold8 adalah perangkat untuk mereka yang benar-benar memanfaatkan layar lipat sebagai ruang kerja tambahan — dan bersedia membayar mahal untuk kemewahan itu.