PGE Garap Ekspansi Panas Bumi, Amankan Pinjaman Rp 1,2 Triliun dari Bank Mizuho

Penulis: Budi Santoso  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:17:31 WIB
Penandatanganan Trade Facility Agreement antara PGE dan Bank Mizuho Indonesia di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (23/7).

KALIMANTAN SELATAN — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi menggandeng PT Bank Mizuho Indonesia dalam skema pembiayaan baru. Kerja sama itu dituangkan dalam penandatanganan Trade Facility Agreement di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (23/7). Nilai fasilitasnya mencapai US$75 juta—setara lebih dari Rp 1,2 triliun jika menggunakan kurs estimasi Rp 16.000 per dolar AS.

Yang menarik, fasilitas pinjaman ini diberikan secara unsecured atau tanpa agunan. Dalam praktik perbankan, skema clean basis semacam ini hanya diberikan kepada debitur dengan profil risiko sangat rendah dan reputasi keuangan yang solid. Keputusan Bank Mizuho memberi pinjaman tanpa jaminan menjadi semacam voting of confidence terhadap kesehatan finansial PGE.

Modal Segar untuk Percepatan Proyek

Dana segar ini tidak akan dipakai untuk kebutuhan operasional harian. PGE mengarahkan fasilitas tersebut untuk mendukung ekspansi bisnis, khususnya dalam pengembangan proyek-proyek panas bumi yang tengah berjalan. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PGEO ini memang tengah berada dalam fase pertumbuhan yang agresif.

Sebagai anak usaha PT Pertamina Power Indonesia, PGE mengelola sebagian besar potensi panas bumi nasional. Dengan tambahan likuiditas ini, perusahaan memiliki ruang gerak lebih leluasa untuk membiayai berbagai kebutuhan rantai pasok proyek, mulai dari pengadaan peralatan hingga pembiayaan kontraktor. Fasilitas perdagangan dari Mizuho menjadi instrumen penting untuk menjaga arus kas tetap sehat di tengah padatnya belanja modal.

Kepercayaan Investor Asing Menguat

Keputusan Bank Mizuho Indonesia, bagian dari grup keuangan Jepang ternama, untuk masuk dalam skema pembiayaan PGE tidak bisa dilepaskan dari tren global transisi energi. Sektor panas bumi kini dipandang sebagai salah satu sumber energi bersih yang paling stabil, tidak seperti tenaga surya atau angin yang bergantung pada cuaca.

Bagi PGE, masuknya Mizuho sebagai mitra pembiayaan juga membuka peluang akses ke jaringan investor Jepang yang lebih luas. Negeri Sakura memang dikenal gencar berinvestasi di proyek-proyek energi terbarukan di Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi salah satu pasar utamanya. Kehadiran bank asing dalam struktur pembiayaan PGE menjadi sinyal positif bagi investor lain yang masih menimbang masuk ke sektor ini.

Dengan tambahan amunisi finansial ini, PGE diharapkan semakin percaya diri dalam mengejar target kapasitas terpasang yang telah dicanangkan manajemen. Langkah ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan guna mencapai target net zero emission. Kini, tantangan PGE adalah bagaimana merealisasikan proyek tepat waktu dan menjaga efisiensi biaya di tengah tekanan inflasi global.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top