KALIMANTAN SELATAN — GIIAS 2025 menjadi panggung bagi GAC Indonesia untuk memamerkan SUV listrik terbarunya, AION V. Alih-alih sekadar menambah fitur, pabrikan asal Tiongkok ini mengklaim pengembangan modelnya dimulai dari riset mendalam terhadap kebiasaan konsumen di berbagai negara. Product Director AION V, Sean Xiong, menegaskan bahwa filosofi "Human-Centered Design" menjadi fondasi utama, bukan sekadar jargon pemasaran.
"Bagi kami, mendengarkan adalah titik awal dari setiap desain yang hebat. Kami tidak memulai dengan bertanya fitur apa yang bisa ditambahkan tetapi bagaimana orang hidup, bepergian, dan apa yang benar-benar mereka butuhkan dari sebuah kendaraan," ujar Xiong di ICE BSD, Sabtu (1 Agustus 2025).
Secara visual, AION V mengusung bahasa desain T-REX Design Language yang terinspirasi dari karakter Tyrannosaurus Rex. Hasil kolaborasi studio desain GAC di Los Angeles, Milan, dan Shanghai ini menghasilkan proporsi bodi yang gagah dan garis tegas, memberikan kesan kokoh yang jarang ditemukan di kelasnya. Namun, daya tarik utamanya justru terletak pada kabin yang mereka sebut Urban Zero-Pressure Suspension Cabin.
Kabinnya terasa sangat lega, bahkan untuk standar SUV listrik. Konfigurasi kursi yang fleksibel dan material premium menjadi nilai jual utama, dirancang untuk mendukung aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Sayangnya, kami belum bisa melakukan uji kenyamanan berkendara dalam waktu lama, jadi klaim "zero-pressure" ini masih perlu pembuktian lebih lanjut di jalan raya Indonesia.
GAC membekali AION V dengan struktur bodi berkekuatan tinggi dan sistem perlindungan baterai berlapis. Fitur keselamatan aktif dan pasif juga disebut-sebut lengkap. Ini adalah poin penting, mengingat keselamatan baterai menjadi perhatian utama konsumen mobil listrik di Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa lembaga uji tabrak seperti NCAP untuk pasar Asia Tenggara belum menguji model ini secara spesifik.
Kami menyarankan calon pembeli untuk menunggu hasil uji tabrak independen atau mengecek langsung fitur keselamatan yang tersedia di unit display. Klaim pabrikan soal struktur bodi kuat memang menjanjikan, tapi data empiris dari lembaga independen jauh lebih meyakinkan untuk keputusan puluhan juta rupiah.
Untuk menarik minat pengunjung GIIAS, GAC Indonesia memberikan potongan harga signifikan. Varian Exclusive dibanderol Rp459 juta dari harga normal Rp499 juta, sementara varian Luxury turun menjadi Rp480 juta dari sebelumnya Rp560 juta. Diskon hingga Rp80 juta ini jelas bertujuan untuk memposisikan AION V sebagai opsi menarik di segmen SUV listrik premium.
Dengan harga tersebut, AION V bersaing langsung dengan Hyundai Ioniq 5 dan Chery Omoda E5. Meski demikian, kami belum menerima data spesifikasi teknis lengkap seperti kapasitas baterai (kWh), jarak tempuh (range), dan daya motor. Informasi ini krusial untuk perbandingan yang adil dengan kompetitornya yang sudah lebih dulu beredar di pasaran Indonesia.
AION V jelas menunjukkan ambisi GAC untuk serius di pasar Indonesia. Pendekatan desain yang berpusat pada pengguna adalah langkah yang tepat, terbukti dari kabin yang sangat lapang. Namun, keputusan untuk membeli sebaiknya menunggu data teknis lengkap dan hasil uji berkendara yang lebih mendalam. Untuk saat ini, AION V adalah kandidat kuat, tapi bukan pemenang mutlak di kelasnya.