PAMA Gandeng SMKN 3 Tuban Rakit Gerobak Sampah Listrik, Habiskan Dana Rp40 Juta untuk Riset

Penulis: Andi Pratama  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:46:16 WIB
Gerobak sampah listrik karya siswa SMKN 3 Tuban diluncurkan di sela ajang PAMA Safe School Challenge.

KALIMANTAN SELATAN — Peluncuran gerobak listrik tersebut berlangsung di sela-sela ajang PAMA Safe School Challenge yang diikuti 112 siswa di Tuban, Jawa Timur. Ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu Safety Talk Competition, Safety Poster Campaign, dan Safety Quiz Battle. Namun, perhatian utama para tamu undangan justru tertuju pada prototipe gerobak sampah yang diparkir di halaman sekolah—kendaraan angkut sampah yang tidak lagi digerakkan dengan tangan manusia.

Dari Riset Sekolah Menuju Kompetisi Provinsi

Kepala SMKN 3 Tuban, Sholahuddin, mengatakan gerobak listrik ini murni hasil karya siswa di bawah pendampingan tim PAMA. Pihak sekolah sengaja memilih tenaga listrik karena dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan mesin berbahan bakar minyak.

"Launching gerobak sampah listrik ini juga atas dukungan PT Pamapersada Nusantara. Kenapa kami menggunakan energi listrik? Karena tidak menimbulkan polusi. Insyaallah inovasi ini akan terus kami kembangkan," kata Sholahuddin dalam keterangan resminya.

Meski sudah diluncurkan, kendaraan angkut sampah ini belum masuk tahap produksi massal. Sekolah masih mematangkan riset dan melakukan serangkaian uji coba untuk menyempurnakan desain. Jika hasilnya sudah matang, SMKN 3 Tuban berencana membawa inovasi ini ke kompetisi kendaraan listrik tingkat Provinsi Jawa Timur.

"Saat ini kami masih fokus pada riset. Kalau nanti hasilnya sudah benar-benar matang, baru kami pikirkan langkah berikutnya, termasuk pengembangan lebih lanjut dan kemungkinan pengurusan hak paten," ujarnya.

Dana Riset Rp40 Juta dan Rencana Efisiensi Produksi

Untuk mengembangkan prototipe ini, sekolah menggelontorkan dana sekitar Rp40 juta. Sebagian besar anggaran terserap untuk proses uji coba dan eksperimen desain yang dilakukan berulang kali. Sholahuddin mengakui angka tersebut masih jauh dari efisien karena komponen-komponennya masih memakai suku cadang standar.

"Karena masih tahap trial, kami harus melakukan banyak eksperimen. Mudah-mudahan setelah formulasi dan desainnya sudah tepat, biaya produksinya bisa jauh lebih efisien," jelasnya.

Selain gerobak listrik, SMKN 3 Tuban juga mengembangkan program pengolahan kompos yang dikelola siswa. Limbah organik dari kantin dan halaman sekolah diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomi. Dua program lingkungan ini berjalan beriringan dengan edukasi keselamatan kerja yang diberikan PAMA kepada para guru dan murid.

Komitmen PAMA: Keselamatan dan Lingkungan Lewat Pendidikan

Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum, menegaskan dukungan terhadap inovasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun budaya keselamatan sekaligus kepedulian lingkungan melalui dunia pendidikan. Menurutnya, PAMA Safe School tidak hanya berisi edukasi keselamatan kerja, tetapi juga mendorong lahirnya program-program lingkungan yang berdampak nyata bagi sekolah.

"Dari sisi keselamatan kami memberikan edukasi kepada siswa dan guru. Sementara dari sisi lingkungan, kami bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti pengolahan kompos dan penyediaan gerobak sampah. Program-program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sekolah," ujar Abdul Nasir.

Sinergi ini turut mengantarkan SMKN 3 Tuban meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini bersiap menuju Adiwiyata ASEAN. Sholahuddin menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan tidak cukup diajarkan sebagai teori di kelas.

"Yang paling penting, anak-anak benar-benar memahami bahwa peduli lingkungan dan keselamatan bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Gerobak sampah listrik ini menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di sekolah bisa melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan," tutupnya.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top