BANJARBARU — Tiga unit asrama menjadi perhatian utama dalam peninjauan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2), Rabu (8/7/2026). Fasilitas itu dinilai krusial karena menjadi tempat tinggal siswa sekaligus pusat pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.
Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen menyelesaikan seluruh kesiapan agar proses pembelajaran bisa dimulai sesuai jadwal. “Kami ingin setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, berkualitas, serta mampu membentuk generasi Banjarbaru yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Erna Lisa Halaby.
Rangkaian MPLS akan berlangsung pada 14–31 Juli 2026. Seluruh siswa baru dijadwalkan hadir bersama orangtua pada 14 Juli untuk registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.
Sentra Budi Luhur Banjarbaru juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada orangtua. Pendampingan itu bertujuan membantu kesiapan mental anak selama beradaptasi di lingkungan sekolah dan asrama.
Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kota Banjarbaru, Sentra Budi Luhur Banjarbaru, dan Kementerian PU. Wali Kota Lisa Halaby menegaskan bahwa sekolah ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, khususnya mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan operasional sekolah tersebut. Tidak hanya memastikan pembangunan fisik selesai tepat waktu, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga fasilitas asrama agar peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sejak hari pertama.