KALIMANTAN SELATAN — Bukan Wuling namanya kalau tak punya kejutan. Lewat saudara satu grupnya, Baojun, mereka menghadirkan Yep Plus — SUV listrik mini yang tampangnya mengingatkan pada Suzuki Jimny. Tim redaksi detikOto berkesempatan mencicipi langsung mobil ini di sirkuit uji coba milik SGMW di Liuzhou, China, pekan lalu.
Dari luar, Yep Plus memang sulit disembunyikan. Siluet boxy-nya tegas, diperkuat bumper hitam tebal, spakbor melebar, dan roof rail di atap. Ukurannya nyaris identik dengan Jimny 5-door: panjang 3.996 mm, lebar 1.760 mm, tinggi 1.726 mm, dengan wheelbase 2.560 mm. Bedanya, Yep Plus lebih lebar 115 mm, yang secara teori memberi ruang kabin lebih lega.
Masuk ke dalam, kabinnya didominasi layar digital. Hampir tidak ada tombol fisik di dashboard. Untuk tinggi badan 168 cm, leg room dan head room masih cukup lapang.
Semua varian Yep Plus dibekali motor listrik yang sama: tenaga 75 kW (sekitar 100 hp) dan torsi 180 Nm. Top speed-nya 150 km/jam. Saat diuji akselerasi di trek datar proving ground, tarikan awalnya langsung terasa — khas motor listrik yang instan. Cocok untuk menyalip di kecepatan rendah hingga menengah atau sekadar merespons lampu hijau di kemacetan kota.
Yang lebih menarik, saat melintasi trek simulasi jalan rusak di kecepatan 55 km/jam, mobil tetap stabil dan ajeg. Tapi getaran dari permukaan jalan masih sedikit terasa sampai ke kabin. Ini wajar mengingat pengujian dilakukan di lintasan khusus pabrikan, bukan jalan raya umum.
Di China, Baojun Yep Plus ditawarkan dalam empat varian dengan jarak tempuh berjenjang: 301 km, 401 km, dan 501 km — tergantung kapasitas baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dipilih. Performa motor listriknya tetap sama di semua varian.
Soal harga, melansir laman Wuling China, Yep Plus dibanderol mulai 76.800 yuan hingga 105.800 yuan. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, sekitar Rp 202 juta sampai Rp 279 juta. Angka yang cukup kompetitif untuk SUV listrik mungil.
Baojun Yep Plus sejatinya sudah diekspor sebagai Chevrolet Spark EUV di bawah bendera General Motors. Artinya, basis produksi dan homologasi global sudah siap. Namun, untuk masuk ke Indonesia, Wuling perlu mempertimbangkan harga jual, infrastruktur pengisian daya, dan persaingan dengan mobil listrik lokal seperti Hyundai Ioniq 5 atau Chery Omoda E5.
Yang jelas, dengan desain yang unik dan harga yang relatif terjangkau, Yep Plus punya potensi besar sebagai city car listrik yang stylish. Tapi keputusan akhir ada di tangan Wuling Indonesia — apakah mereka akan mengambil risiko atau menunggu pasar lebih matang.