Pedagang Kembang di Pelaihari Relokasi ke Lapak Permanen, 38 Lapak Gratis Disiapkan Pemkab Tanah Laut

Penulis: Andi Pratama  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:38:01 WIB
lapak permanen disediakan Pemkab Tanah Laut untuk pedagang kembang di Pelaihari tanpa biaya sewa.

PELAIHARI — Sebanyak 38 lapak permanen kini tersedia bagi pedagang kembang di kawasan Pemakaman Umum Muslimin, Jalan A Yani, Pelaihari. Relokasi ini dilakukan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut setelah sebelumnya para pedagang berjualan di trotoar dengan kondisi seadanya.

Salah seorang pedagang asal Beramban, Pelaihari, Nur Halizah, mengaku bersyukur. Ia menceritakan pengalaman selama bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan menggunakan payung seadanya. “Saat hujan dan angin kencang, kami khawatir karena payung jualan bisa terbang. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membuatkan tempat berjualan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Alasan Pemkab Bangun Lapak Khusus

Kepala DPRKPLH Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kusuma, menjelaskan penataan ini berawal dari banyaknya pedagang yang memanfaatkan trotoar hingga mengganggu pejalan kaki. “Ini merupakan inisiatif Bidang Tata Kota untuk menyediakan lokasi khusus bagi pedagang kembang. Di tempat baru tersebut tidak dikenakan biaya sewa,” katanya.

Menurutnya, relokasi ini juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Sebab, selama ini banyak pembeli yang memarkir kendaraan di bahu jalan, sehingga memicu kemacetan dan potensi tabrakan.

Pedagang Datang dari Berbagai Daerah

Puluhan pedagang yang menempati lapak baru tersebut tidak hanya berasal dari Tanah Laut. Sebagian besar juga datang dari luar daerah, terutama Kabupaten Banjar. Mereka biasanya berjualan kembang setiap hari, terutama saat musim ziarah menjelang Ramadhan dan hari besar keagamaan.

Dengan adanya lapak permanen, para pedagang kini bisa berjualan lebih nyaman tanpa khawatir terkena hujan atau angin kencang. Pemerintah daerah pun berharap kawasan pemakaman menjadi lebih tertata dan bersih.

Tak Ada Biaya Sewa, Hanya Wajib Jaga Kebersihan

Gusti menegaskan, 38 lapak yang disediakan tidak dipungut biaya sewa alias gratis. Syaratnya, para pedagang wajib menjaga kebersihan dan ketertiban di lokasi baru tersebut. “Kami hanya minta mereka tertib dan tidak membuang sampah sembarangan. Ini demi kenyamanan bersama,” ujarnya.

Ke depan, DPRKPLH Tanah Laut akan terus memantau perkembangan aktivitas di lapak baru. Jika jumlah pedagang bertambah, pemerintah membuka kemungkinan menambah unit lapak di sisi lain pemakaman.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: poroskalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top