KALIMANTAN SELATAN — Film ini diadaptasi dari novel klasik sastra remaja Brasil tahun 1980-an berjudul sama karya Marcos Rey. Naskahnya ditulis Bruno Passeri, yang sebelumnya menggarap "Criminal Code", dengan campuran genre misteri, thriller, dan romansa.
Kisahnya mengikuti Leo, seorang bellboy di hotel mewah São Paulo yang terjebak dalam penyelidikan pembunuhan. João Guilherme memerankan tokoh utama tersebut, sementara Marina Ruy Barbosa berperan sebagai perempuan misterius yang posisinya ambigu terhadap Leo.
Sinopsis dan Latar Cerita
Berbeda dari adaptasi novel remaja pada umumnya, "The Mystery of the 5 Stars" mengangkat sisi gelap São Paulo sebagai latar utama. Menurut Tiago Mello, partner Boutique Filmes, film ini juga menampilkan kawasan Italia di kota tersebut untuk pertama kalinya di layar lebar.
"It's a very polished story," ujar Mello saat berbicara dengan Variety. Ia menambahkan bahwa pendanaan dari pemerintah negara bagian São Paulo memungkinkan film ini mendapat anggaran lebih besar dari biasanya.
Kolaborasi Bintang Muda Brasil dan Portugal
Mello menyebut João Guilherme sebagai "fenomena" di kalangan remaja Brasil. Aktor tersebut memulai karier sejak kecil lewat sinetron dan kini menjadi salah satu nama paling populer untuk penonton usia muda.
Marina Ruy Barbosa, yang juga membintangi serial "Tremembé" garapan Egito, digambarkan Mello sebagai "one of our biggest stars". Karakternya sengaja dibuat ambigu, dengan pertanyaan apakah ia berada di pihak Leo atau justru melawannya.
José Condessa melengkapi jajaran pemain setelah sebelumnya tampil dalam film pendek Pedro Almodóvar, "Strange Way of Life", bersama Pedro Pascal dan Ethan Hawke.
Target Penonton Remaja dan Strategi Boutique Filmes
Boutique Filmes menyebut pasar remaja Brasil tumbuh cepat namun minim konten lokal. Akibatnya, penonton muda banyak mengonsumsi konten internasional karena tidak ada pilihan dari dalam negeri.
"We cannot lose this audience. If they don't watch movies now, they are not going to later," kata Mello menegaskan alasan perusahaan fokus menggarap proyek untuk segmen young adult.
Langkah ini melanjutkan strategi Boutique Filmes yang sebelumnya sukses lewat serial distopia "3%" di Netflix. Keterlibatan Ukbar Filmes dari Portugal juga dinilai strategis, mengingat penonton muda Portugal semakin banyak menikmati konten Brasil.
Jadwal Produksi dan Rencana Festival
Pengambilan gambar direncanakan berlangsung tahun ini. Setelah produksi rampung, film akan dibawa ke festival film pada 2027 sebelum tayang perdana secara nasional di akhir tahun yang sama.
Mello menyebut film ini akan memiliki sentuhan gaya Hitchcock, namun tetap setia pada target penonton remaja. Menurutnya, keseimbangan antara daya tarik komersial dan visi artistik menjadi kunci proyek ini.
Flávia Costa dari Globo Filmes menambahkan bahwa film ini menghadirkan ulang karya klasik sastra remaja Brasil lewat pendekatan kontemporer, dengan memperluas dunia cerita asli dan menaikkan taruhan bagi tokoh utamanya.
Bagi industri film Brasil, proyek ini menjadi penanda seriusnya investasi pada segmen remaja yang selama ini lebih banyak diisi konten impor.