Pencarian

UEFA Periksa Aksi Provokatif Mason Greenwood dan Guendouzi Usai Laga Liga Champions

Kamis, 03 September 2026 • 16:59:01 WIB
UEFA Periksa Aksi Provokatif Mason Greenwood dan Guendouzi Usai Laga Liga Champions
Mason Greenwood dan Matteo Guendouzi menjalani pemeriksaan UEFA atas aksi provokatif usai laga Liga Champions melawan Lyon.

KALIMANTAN SELATAN — Laga yang berakhir dengan skor 1-2 untuk Fenerbahce, atau agregat 2-3, seharusnya menjadi malam manis bagi tim Super Lig tersebut. Euforia itu justru tercoreng oleh insiden seusai pertandingan di Lyon yang memicu investigasi badan sepak bola Eropa.

Provokasi yang Berujung UEFA Buka Penyelidikan

Menurut laporan yang beredar, baik Greenwood maupun Guendouzi tertangkap kamera melakukan gerakan vulgar ke arah tribun suporter tuan rumah. Guendouzi bahkan disebut sempat mengacungkan jari tengah di sela kemarahan penonton.

Ketegangan memuncak setelah peluit panjang. Guendouzi, yang sebelumnya membela Marseille—rival sengit Lyon—berlari melintasi lapangan sambil memperagakan tendangan karate. Aksi tersebut memancing pemain Lyon untuk menghadangnya, hingga terjadi keributan di lapangan dan terowongan stadion.

Fenerbahce Bersiap Lawan UEFA

Menanggapi proses penyelidikan tersebut, Fenerbahce buka suara lewat pernyataan resmi di akun X mereka. Manajemen klub menegaskan akan melindungi hak para pemainnya di mata UEFA.

"UEFA telah memulai proses disipliner terhadap pemain kami, Matteo Guendouzi dan Mason Greenwood, serta terhadap klub. Kami akan menyampaikan pembelaan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan pemain serta Fenerbahce," demikian isi pernyataan klub.

Pihak klub memastikan seluruh dokumen dan bukti akan diserahkan ke badan sepak bola Eropa dan perkembangan kasus ini terus dipantau.

Guendouzi: 60 Ribu Orang Hina Keluarga Saya

Mantan gelandang Arsenal itu buka suara ihwal pemicu amarahnya. Ia merasa menjadi korban ejekan masif sepanjang laga berlangsung.

"Anda tahu, ada 60 ribu orang menghina keluarga, ibu, dan anak-anak saya bahkan sebelum pertandingan dimulai, dan tidak ada seorang pun dari tim wasit yang meminta stadion untuk tenang. Jika ingin saling ejek, itu harus berlaku dua arah," kata Guendouzi membela diri.

Sikap Pelatih dan Peran Greenwood

Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, berdiri di belakang anak asuhnya. Ia menilai solidaritas tim menjadi kunci lolosnya mereka ke kompetisi utama.

"Kami semua berdiri bersama. Inilah arti kerja sama tim," ujar Kartal usai pertandingan.

Sementara itu, peran spesifik Greenwood dalam insiden ini belum dirinci secara gamblang. Namun, laporan menyebut pemain Inggris itu juga melakukan gerakan tidak senonoh yang turut disorot. Greenwood baru bergabung dengan Fenerbahce pada Juli 2024 dengan kontrak berdurasi empat tahun, meninggalkan atmosfer persaingan panas Ligue 1 bersama Marseille.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks