Pencarian

Everton Berakhir dengan Satu Striker Senior Usai Kekacauan Deadline Day: Suporter Berang ke Pemilik Klub

Rabu, 02 September 2026 • 19:42:01 WIB
Everton Berakhir dengan Satu Striker Senior Usai Kekacauan Deadline Day: Suporter Berang ke Pemilik Klub
Suporter Everton mengekspresikan kemarahan mereka kepada pemilik klub di Goodison Park menyusul kekacauan bursa transfer pada hari terakhir.

KALIMANTAN SELATAN — Seluruh rencana perekrutan Everton di hari terakhir bursa transfer ambruk dalam hitungan jam. Klub melepas penyerang Beto ke Fiorentina senilai 15,5 juta pound, lalu kehilangan kesempatan mendatangkan Folarin Balogun dari AS Monaco, dan akhirnya hanya bisa memperkenalkan bek kanan Ashley Maitland-Niles dari Lyon senilai 3 juta pound—beberapa jam setelah batas resmi.

Manajer David Moyes kini menjalani musim dengan skuad senior hanya berisi 18 pemain outfield. Kecuali Maitland-Niles di kanan dan Vitaliy Mykolenko di kiri, tidak ada pelapis mumpuni di kedua pos bek sayap. Di lini depan, Thierno Barry—yang masih mentah di level Premier League—menjadi satu-satunya opsi striker.

Saga Balogun yang Berakhir di Finch Farm Tanpa Tanda Tangan

Masalah dimulai sejak pagi hari. Everton sudah menjadwalkan penerbangan pukul 08.00 untuk menjemput Balogun ke Merseyside, tetapi pemain berusia 25 tahun itu baru tiba lebih larut. Klub juga kesal karena dokumen dari Monaco datang terlambat.

Saat hasil medical check-up memunculkan masalah, Everton langsung mengalihkan target. Mereka mencoba meminjam Joshua Zirkzee dari Manchester United, tetapi pemain Belanda itu tidak diizinkan hengkang dari Old Trafford. Upaya mendatangkan Tammy Abraham dari Aston Villa pun gagal karena sang striker ingin bertahan.

Kesepakatan dengan Monaco akhirnya tercapai beberapa menit sebelum tenggat pukul 23.00 BST. Struktur kesepakatan berubah menjadi pembayaran di muka lebih kecil dengan serangkaian pembayaran tambahan berdasarkan performa. Baru setelah itu Balogun berubah pikiran dan meninggalkan fasilitas latihan Finch Farm tanpa menandatangani kontrak.

Direktur Olahraga Monaco, Thiago Scuro, menyatakan Balogun merasa tidak nyaman dengan perlakuannya saat menjalani medical di Everton. Klub Merseyside itu mengklaim telah mendukung pemain dan terbuka soal masalah yang ditemukan, serta bersedia bekerja sama dengan Monaco untuk mencari solusi agar transfer tetap jalan.

Pernyataan Kinnear yang Kini Berbalik Menghantui

Kritik tajam mengarah ke Kinnear setelah wawancaranya dengan BBC Radio Merseyside beberapa pekan lalu terbongkar. Ia menyebut skuad Everton "berada di posisi bagus" dan menargetkan pemain terbaik di posisi yang dibutuhkan. Kinnear juga menyampaikan pemilik dari Amerika menganggap gagal lolos ke Eropa musim lalu sebagai "kegagalan"—sesuatu yang menurut Moyes mengejutkannya.

Kini kata "kegagalan" justru ditujukan kepada Kinnear dan The Friedkin Group. Menjelang penutupan bursa, Everton nyaris menjual Harrison Armstrong, produk akademi paling menjanjikan sejak Wayne Rooney, ke Nottingham Forest. Kesepakatan itu akhirnya diblokir dewan klub setelah reaksi toksik dari suporter.

Moyes sendiri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Setelah kemenangan di Piala Carabao atas Preston North End, ia mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah dan timnya butuh tambahan pemain. Bagi suporter Everton, kekacauan ini bukan sekadar kegagalan perekrutan, tetapi cerminan buruknya manajemen klub di bawah kepemilikan baru.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks