Pencarian

Enam Taman Nasional dan Gunung Terbakar saat Musim Kemarau 2026, Jalur Pendakian Ditutup

Jumat, 28 Agustus 2026 • 20:36:01 WIB
Enam Taman Nasional dan Gunung Terbakar saat Musim Kemarau 2026, Jalur Pendakian Ditutup
Petugas gabungan memadamkan api di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terbakar seluas 1.120,3 hektare sepanjang Agustus 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Puncak musim kemarau 2026 yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia sejak Juli membawa dampak serius bagi kawasan konservasi. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat periode kering ini akan berlangsung hingga September, dengan konsekuensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah taman nasional.

Setidaknya enam kawasan konservasi prioritas telah dilaporkan terbakar sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Selain merusak ekosistem dan mengancam satwa endemik, insiden ini memaksa pengelola menutup akses wisata dan jalur pendakian demi keselamatan pengunjung.

Gunung Bromo dan Semeru: Ribuan Hektare Terbakar, Pendakian Dihentikan

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi kawasan dengan dampak terluas. Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) menghanguskan sekitar 1.120,3 hektare lahan sepanjang Agustus. Titik api terbaru muncul di kawasan Mendongan, Pasuruan, pada Kamis (27/8).

Balai Besar TNBTS sempat menutup seluruh akses wisata Bromo pada 8 Agustus dan kembali membukanya pada 20 Agustus. Namun, situasi berbeda terjadi di Gunung Semeru. Jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa ini resmi ditutup sejak 26 Agustus menyusul kebakaran di Blok Ranu Kembang. Penutupan dilakukan tanpa batas waktu yang jelas untuk mendukung pemadaman dan evakuasi pengunjung.

Gunung Ciremai: Api Meluas di Medan Terjal

Kebakaran melanda Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat, sejak Selasa (21/7). Kondisi medan yang terjal, semak mengering, dan angin kencang membuat api cepat membesar hingga menghanguskan sekitar 14,9 hektare lahan. Proses pemadaman sempat terkendala sulitnya akses menuju lokasi.

Petugas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) awalnya menggunakan ranting pohon basah untuk mencegah perambatan api sebelum peralatan seperti jet shooter dan mesin pompa air tiba. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengancam area program rehabilitasi hutan.

Gunung Gede Pangrango: Penutupan Berulang Hingga Akhir Agustus

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terbakar sejak Jumat (7/8). Api muncul di sekitar Kawah Wadon dengan luas terdampak mencapai 20 hektare, termasuk area Alun-Alun Suryakencana yang menjadi favorit pendaki. Pemicunya diduga kuat dari vegetasi kering dan suhu tinggi saat musim kemarau.

Petugas bersama warga dan relawan membuat sekat bakar untuk mengendalikan api. Akibat kejadian ini, seluruh jalur pendakian Gede Pangrango ditutup sejak 7 Agustus dan kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2026. Pengelola menyebut penutupan berpotensi berlanjut hingga September karena kondisi kawasan belum aman.

Gunung Rinjani dan Tambora: NTB Terdampak Parah

Dua gunung ikonik di Nusa Tenggara Barat ikut dilalap api. Kebakaran di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terjadi Jumat (7/8) sore di perbatasan Desa Sembalun, Lombok Timur, dengan lahan terbakar mencapai 30 hektare di tiga titik. Tim gabungan baru berhasil memadamkan api pada Sabtu (8/8) dini hari menggunakan pompa air punggung dan racun api.

Situasi lebih parah terjadi di Taman Nasional Tambora. Kebakaran savana yang dimulai Minggu (5/7) di Resort Piong menghanguskan sekitar 1.956 hektare. Kementerian Kehutanan mengerahkan tim gabungan termasuk satu regu Manggala Agni untuk menekan penyebaran api yang dipercepat angin kencang dan minimnya sumber air.

Dampak Karhutla bagi Wisatawan dan Langkah Antisipasi

Karhutla tahun ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu aktivitas wisata alam dan kualitas udara di sekitar kawasan konservasi. Bagi Anda yang berencana mendaki gunung atau berkunjung ke taman nasional dalam waktu dekat, disarankan memantau status penutupan jalur melalui akun resmi balai taman nasional masing-masing.

Cuaca kering yang masih berlangsung hingga September membuat potensi titik api baru tetap tinggi. Pastikan tidak membawa api atau barang yang mudah memicu kebakaran saat berada di kawasan hutan, serta patuhi seluruh arahan petugas di lapangan. Informasi terkini mengenai status buka-tutup kawasan dapat dikonfirmasi langsung ke kantor balai taman nasional setempat.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks