Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan mendirikan rumah oksigen untuk warga terdampak kabut asap, sementara Dinas Kehutanan (Dishut) setempat menerima bantuan 50 mesin penanganan karhutla di hutan lindung. Rangkaian kebijakan ini dirangkum dalam lima peristiwa ekonomi dan kesejahteraan rakyat (kesra) yang berlangsung di provinsi tersebut pada Kamis (27/8/2026).
TANJUNG — Lima kebijakan strategis mewarnai sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (27/8/2026). Dari penanganan darurat kabut asap hingga penguatan tata kelola pendidikan, pemerintah daerah bergerak di berbagai lini untuk merespons kebutuhan warga.
Langkah paling krusial datang dari Dinkes Kalsel yang memutuskan mendirikan rumah oksigen khusus bagi warga terdampak kabut asap. Fasilitas ini menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan oksigen medis di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
50 Mesin Pemadam Dikerahkan ke Hutan Lindung
Upaya pemadaman karhutla juga mendapat suntikan kekuatan baru. Dishut Kalsel resmi menerima bantuan 50 unit mesin penanganan kebakaran yang akan difokuskan di kawasan hutan lindung.
Bantuan ini diharapkan mempercepat respons tim di lapangan, mengingat titik api kerap muncul di area yang sulit dijangkau kendaraan besar. Dengan tambahan mesin ini, patroli dan pemadaman dini bisa dilakukan lebih masif.
UMKM Banjarbaru Tembus Pasar Lintas Daerah
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Banjarbaru mengambil langkah kolaboratif untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) keluarga. Strategi yang diusung adalah membangun kemitraan antardaerah.
Kolaborasi ini dirancang untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal Banjarbaru. Dengan menjalin kerja sama lintas kabupaten/kota, pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung pada pasar lokal yang terbatas.
Pemprov Kalsel Perkuat Skema Pembiayaan Rumah MBR
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel juga menyoroti sektor perumahan. Mekanisme pembiayaan dan pengembangan perumahan baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi fokus utama yang diperkuat.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan akses hunian layak tidak hanya menjadi mimpi bagi kelompok ekonomi bawah. Penguatan skema pembiayaan diharapkan mampu menekan backlog perumahan yang masih tinggi di wilayah Kalsel.
Tiga Bimtek Digelar untuk Pendidikan di HSS
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Tiga bimbingan teknis (bimtek) digelar secara simultan untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan pendidikan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan tata kelola sekolah dan administrasi pendidikan berjalan sesuai standar nasional. Diharapkan, peningkatan kapasitas ini berdampak langsung pada mutu pembelajaran di ruang kelas.