Pencarian

Pemprov Kalsel Fokuskan Penanganan Karhutla di 3 Kawasan Banjarbaru, Targetkan Sistem Air Permanen

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:07:31 WIB
Pemprov Kalsel Fokuskan Penanganan Karhutla di 3 Kawasan Banjarbaru, Targetkan Sistem Air Permanen
Gubernur Kalsel bersama pejabat terkait meninjau Posko Pantau Pengayuan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru.

BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengubah pendekatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sekadar memadamkan titik api menjadi pengendalian kawasan secara permanen. Fokus utama saat ini diarahkan ke tiga wilayah di Kota Banjarbaru: Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pekayuan Landasan Ulin.

Strategi tersebut mengedepankan ketersediaan air, perendaman lahan, penempatan pompa, hingga penyediaan kolam biofloc portable. Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan meninjau langsung Posko Pantau Pengayuan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Rabu (26/8/2026) sore.

Kekurangan Air Jadi Hambatan Utama Pemadaman

Gubernur H. Muhidin menilai persoalan pasokan air menjadi kendala paling mendasar di lapangan. Menurutnya, tanpa solusi air yang memadai, upaya pemadaman akan terus berulang setiap musim kemarau.

"Kita mengalami kekurangan air di sini. Karena itu, bagaimana kita menyikapi dan mengatasi persoalan air ini harus segera dibahas dan ditindaklanjuti," ujar Gubernur H. Muhidin di sela-sela peninjauan lokasi.

Ia meminta setiap hasil koordinasi segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Kecepatan menjadi kunci ketika titik api mulai membesar, termasuk opsi water bombing apabila status darurat memungkinkan.

Guntung Damar: Target Perendaman Dua Hari

Di kawasan Guntung Damar, pemerintah menerapkan strategi perendaman memanfaatkan air dari sistem Irigasi Riam Kanan. Sayangnya, sejumlah aliran sungai yang masih terbuka membuat air belum bisa dimanfaatkan maksimal.

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, pemerintah akan menutup aliran tersebut dengan meningkatkan tabat atau dinding penahan air hingga sekitar satu meter. Perbedaan tinggi muka air antara bendungan dan jalan raya di kawasan itu juga sekitar satu meter.

"Jika proses penutupan selesai, kawasan utama ditargetkan dapat terendam dalam waktu satu hingga dua hari," ungkapnya. Setelah zona utama terendam, penanganan dilanjutkan ke zona samping memakai pompa portable.

Dukungan peralatan datang dari Kementerian Pertahanan yang menyediakan 50 unit pompa portable, sementara Kementerian Pertanian mengirim 30 unit pompa. Pemerintah juga telah melakukan blocking dan memperkuatnya dengan pompa air serta excavator long arm.

Pekayuan: 500 Hektare Kebakaran Berulang, Enam Biofloc Disiagakan

Pekayuan menjadi tantangan tersendiri. Luas kawasan mencapai sekitar 900 hektare, dan sekitar 500 hektare di antaranya mengalami kebakaran berulang. Keterbatasan air menjadi persoalan utama di wilayah ini.

Pemerintah membangun sistem penanganan berbasis jaringan titik air. Sebanyak enam unit biofloc portable telah disiapkan dengan kapasitas masing-masing sekitar 12.000 liter. Unit-unit ini bisa dipindahkan mendekati lokasi yang membutuhkan pasokan air.

"Yang sudah siap hari ini ada enam unit biofloc. Kita siapkan agar keenam unit tersebut siap digunakan. Setiap kolam memiliki kapasitas 12.000 liter," terang Hanif Faisol.

Air diisi dari sumber di pinggir jalan, kemudian didistribusikan secara estafet hingga mendekati titik kebakaran. Ke depan, jumlah biofloc ditargetkan mencapai sekitar 144 unit dengan pola penempatan berjarak sekitar 250 x 250 meter.

Survei Geolistrik dan OMC yang Tak Bisa Diandalkan

Biofloc bukan satu-satunya solusi. Pemerintah juga melakukan survei geolistrik untuk menemukan sumber air permanen. Dari survei awal, ditemukan sumber air dengan kedalaman sekitar 40 meter dan debit yang dinilai cukup besar.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena kondisi awan yang tidak memungkinkan. Hanif menegaskan operasi darat menjadi strategi utama.

"Kita melakukan perang darat," tegasnya.

Dengan strategi permanen ini, Hanif optimistis penanganan karhutla ke depan lebih terkendali. "Dengan telah ditemukannya strategi permanen ini, kita sedikit lebih tenang untuk bersama-sama menghadapi musim kemarau yang relatif panjang," pungkasnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: megapolis.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks