Pencarian

Momen Haru Pengukuhan Paskibraka HSU: Tiga Tokoh Wanita Peluk Sintia Bella, Yatim Piatu yang Hidup Bersama Nenek

Senin, 17 Agustus 2026 • 01:22:01 WIB
Momen Haru Pengukuhan Paskibraka HSU: Tiga Tokoh Wanita Peluk Sintia Bella, Yatim Piatu yang Hidup Bersama Nenek
Tiga tokoh perempuan HSU memeluk Sintia Bella, anggota Paskibraka yatim piatu, usai pengukuhan di Amuntai, Sabtu (15/8/2026).

AMUNTAI — Di tengah riuh kebahagiaan para anggota Paskibraka yang berpelukan dengan keluarga usai pengukuhan, Sintia Bella justru terlihat menunduk sendirian di kursinya. Siswi MA Bustanul Ulum asal Desa Rantau Karau Hilir, Kecamatan Babirik, itu tak didatangi satu pun sanak saudara pada malam pengukuhan di Aula Dr KH Idham Chalid, Sabtu (15/8/2026).

Kesendirian itu tak luput dari pandangan tiga tokoh perempuan HSU yang hadir. Hj Murniati, Hj Mayang Melani, dan Hj Mislena Marangkir spontan meninggalkan tempat duduk mereka. Satu per satu, ketiganya memeluk Sintia dengan hangat.

Pelukan itu menjadi pintu air haru. Sintia tak kuasa menahan tangis ketika mengungkapkan bahwa ia adalah seorang yatim piatu yang tinggal bersama neneknya dengan segala keterbatasan ekonomi.

Kesederhanaan yang Menyentuh Hati Pengasuh dan Rekan

Selama menjalani masa pelatihan, Sintia dikenal sebagai pribadi yang rajin dan taat beribadah. Namun, di balik ketekunannya, ada momen-momen yang membuat pengasuh dan rekan-rekannya terenyuh.

Saat jam makan tiba, Sintia kerap terlihat canggung. Menu yang disajikan di lokasi pelatihan terasa asing baginya, cerminan kehidupan yang sangat bersahaja yang ia jalani sehari-hari di rumah.

Meski hidup dalam keterbatasan kasih sayang orang tua, tekad Sintia untuk mengemban tugas sebagai putri daerah tak pernah surut. Ia membuktikan diri layak berdiri tegak untuk mengibarkan Bendera Pusaka.

"Sintia Tidak Sendiri"

"Kami mengetahui bahwa Sintia adalah anak yatim yang hidup bersama neneknya. Pelukan kami ini adalah bukti Sintia tidak sendiri dalam mengemban tugas mulia ini," ucap Hj Murniati mewakili kedua rekannya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja keras dan prestasi Sintia diakui dan dihargai oleh masyarakat HSU. Pelukan dari para tokoh perempuan itu menjadi simbol bahwa ia tetap dicintai dan didukung penuh.

Perjalanan Sintia Bella menjadi pengingat bahwa semangat dan prestasi tidak selalu lahir dari kondisi yang berkecukupan, melainkan dari keteguhan hati untuk terus melangkah.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks