KALIMANTAN SELATAN — Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, membenarkan adanya dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Satu korban meninggal dunia di rumah sakit setelah berhasil dievakuasi dari tumpukan puing, sementara satu korban lainnya ditemukan sudah tidak bernyawa di lokasi reruntuhan.
"Satu meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dan yang satu meninggal ditemukan di reruntuhan gedung," ujar Fathur kepada wartawan, Sabtu (15/8).
Ratusan Penumpang Terjebak di Ruang Tunggu saat Kapal Pelni Hendak Sandar
Peristiwa nahas itu terjadi di ruang tunggu pelabuhan yang berada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Menurut Fathur, kepadatan penumpang terjadi karena bersamaan dengan jadwal kedatangan kapal milik PT Pelni yang akan merapat ke dermaga.
"Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar," jelasnya.
Guncangan keras yang berlangsung beberapa detik membuat struktur bangunan ruang tunggu ambruk. Ratusan orang yang berada di dalamnya langsung berhamburan menyelamatkan diri, namun sejumlah orang tidak sempat menghindar dan tertimpa material bangunan. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami, Warga Pesisir Diminta Mengungsi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami menyusul gempa berkekuatan signifikan yang berpusat di laut tersebut. Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Pulau Flores diimbau untuk segera menjauh dari garis pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi.
Peringatan dini ini menjadi perhatian serius mengingat letak geografis Maumere yang berada di pesisir utara Flores. BPBD setempat bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan BMKG untuk penyampaian informasi terbaru kepada masyarakat.
Pendataan Kerusakan Masih Berlangsung, Imbauan Tetap Tenang Diserukan
Hingga saat ini, jumlah pasti bangunan yang rusak akibat guncangan gempa masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Verifikasi kerusakan membutuhkan waktu karena akses ke sejumlah titik terdampak yang tersebar di beberapa kecamatan.
Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta mengikuti arahan resmi dari BMKG serta pemerintah daerah terkait perkembangan potensi tsunami dan kondisi pascagempa.
Gempa berkekuatan M 7,7 yang berpusat di laut ini menjadi gempa terbesar yang mengguncang kawasan Flores dalam beberapa tahun terakhir. Getarannya terasa hingga sejumlah kabupaten lain di Pulau Flores, memicu kepanikan massal di beberapa titik.