Pencarian

Texas Hentikan Sementara Proyek Data Center Baru, Gubernur Minta Audit Menyeluruh

Rabu, 05 Agustus 2026 • 02:29:01 WIB
Texas Hentikan Sementara Proyek Data Center Baru, Gubernur Minta Audit Menyeluruh
Gubernur Texas meminta audit menyeluruh terhadap proyek data center baru di negara bagian tersebut.

KALIMANTAN SELATAN — Texas selama ini menjadi incaran utama perusahaan teknologi seperti Google dan Microsoft untuk membangun pusat data karena regulasinya yang longgar dan pasokan energi yang melimpah. Namun, lonjakan permintaan yang tidak terkendali kini memaksa pemerintah negara bagian untuk menarik rem darurat. Kebijakan baru ini akan mewajibkan setiap proyek baru untuk melewati pemeriksaan ketat dari Public Utility Commission of Texas (PUCT) dan operator jaringan listrik setempat, Electric Reliability Council of Texas (ERCOT).

Antrean Koneksi Listrik Meledak Lebih dari Dua Kali Lipat

Data dari kantor Gubernur Abbott menunjukkan pertumbuhan yang dramatis. Pada Januari 2026, ERCOT mencatat 233 gigawatt proyek yang mengantre untuk terhubung ke jaringan. Dalam waktu kurang dari enam bulan, angka tersebut meroket menjadi 474 gigawatt—lebih dari dua kali lipat.

Jumlah ini setara dengan lima kali lipat total permintaan puncak listrik di Texas. Jika hanya sebagian kecil dari proyek tersebut terealisasi, jaringan listrik negara bagian diprediksi akan kewalahan.

Banyak Proyek Hanya Spekulasi di Atas Kertas

Menariknya, tidak semua proyek dalam antrean itu nyata. Sebagian besar hanyalah proposal di atas kertas. Karena antrean koneksi yang semakin panjang, langkah pertama yang dilakukan banyak pengembang adalah sekadar "ambil nomor antrean" untuk mengamankan posisi, meski proyek mereka masih sekadar wacana. Seiring berjalannya waktu, banyak proyek yang akhirnya batal dengan sendirinya.

Meski begitu, risiko tetap ada. Jika hanya 10 persen dari proyek yang antre itu benar-benar dibangun, kebutuhan listrik tambahan tetap akan jauh melampaui kapasitas cadangan ERCOT saat ini.

Mengapa Texas Tetap Jadi Primadona Pusat Data

Daya tarik Texas tidak lepas dari kombinasi gas alam yang melimpah serta pengembangan energi terbarukan. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), kapasitas tenaga surya skala utilitas tumbuh empat kali lipat antara 2021 dan 2025. Pasokan yang meningkat ini sempat membuat harga listrik di Texas relatif lebih murah dibandingkan negara bagian lain.

Namun, tren tersebut mulai berbalik. EIA mencatat harga listrik di Texas kini cenderung naik, dan salah satu penyebab utamanya adalah masuknya fasilitas data center serta operasi penambangan kripto yang haus daya.

Audit Menyeluruh: dari Konsumsi Air hingga Insentif Pajak

Abbott sebelumnya sempat mencoba pendekatan lunak dengan mengirim survei sukarela kepada para operator data center. Sebagian besar tidak merespons. Kini, pendekatan yang lebih keras ditempuh.

Audit baru akan mengumpulkan informasi detail dari setiap proyek, termasuk kebutuhan listrik dan air di dalam serta di luar lokasi, upaya mitigasi kebisingan, kontrol pencahayaan, penggunaan insentif pajak, hingga detail kepemilikan. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan bagi Texas yang selama ini dikenal dengan pendekatan "lepas tangan" dalam hal pembangunan, bahkan Houston pun terkenal tidak memiliki aturan zonasi yang ketat.

Apa Dampaknya bagi Industri?

Langkah Abbott ini menjadi sinyal kuat bahwa era data center tanpa pengawasan ketat di Texas mungkin akan segera berakhir. Bagi pengembang yang sudah mengantre, proses audit ini bisa memperlambat realisasi proyek. Bagi pendatang baru, hambatan birokrasi yang lebih besar bisa membuat mereka berpikir dua kali sebelum memilih Texas sebagai lokasi investasi.

Keputusan ini juga menjadi pelajaran bagi negara bagian lain yang tengah berlomba menarik investasi pusat data: insentif dan energi murah memang menarik, tapi infrastruktur jaringan tetap punya batas.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks