Pencarian

Tujuh Karhutla di HST Selama Juli Hanguskan 18,65 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Minggu, 02 Agustus 2026 • 14:01:31 WIB
Tujuh Karhutla di HST Selama Juli Hanguskan 18,65 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Tujuh titik kebakaran hutan dan lahan di HST sepanjang Juli 2026 menghanguskan lahan seluas 18,65 hektare.

BARABAI — Tujuh titik kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepanjang Juli 2026. BPBD setempat mencatat total lahan terbakar mencapai 18,65 hektare, sementara area yang berhasil dipadamkan baru seluas 4,6 hektare.

Kebakaran terjadi di delapan desa yang tersebar di empat kecamatan. Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, kebun warga, hingga ranting pohon rumbia.

Lokasi Titik Api dan Luas Lahan Terdampak

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinoor, merinci lokasi kebakaran meliputi:

  • Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai
  • Desa Hulu Rasau, Kecamatan Pandawan
  • Desa Mahang Baru dan Desa Jamil, Kecamatan Labuan Amas Selatan
  • Desa Awang, Kecamatan Batang Alai Utara
  • Desa Binjai Pirua dan Desa Tungkup, Kecamatan Labuan Amas Utara

Penyebab dan Imbauan BPBD Saat Musim Kemarau

Fitriadinoor menjelaskan, musim kemarau meningkatkan potensi karhutla secara signifikan. Ia meminta warga menghentikan kebiasaan membakar rumput kering atau sampah karena api mudah meluas dan sulit dikendalikan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan, lahan, sampah, maupun rumput kering secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan," ujarnya kepada pojokbanua.com, belum lama tadi.

Selain soal pembakaran lahan, BPBD juga mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik rumah secara berkala. Korsleting listrik disebut menjadi salah satu pemicu kebakaran yang kerap terjadi saat cuaca panas.

"Periksa instalasi listrik secara berkala dan pastikan kondisinya aman. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat menjadi penyebab kebakaran," katanya.

Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api

BPBD meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan potensi kebakaran sekecil apa pun. Laporan yang cepat dinilai menentukan efektivitas pemadaman sebelum api meluas ke area yang lebih besar.

"Apabila melihat adanya titik api atau potensi kebakaran, segera hubungi BPBD, Damkar, TNI, Polri, aparatur desa, maupun relawan setempat. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula upaya pemadaman dapat dilakukan sehingga api tidak meluas," ucap Fitriadinoor.

Ia menambahkan, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman. Seluruh elemen masyarakat diminta menjaga lingkungan masing-masing agar kejadian karhutla di HST bisa diminimalkan hingga akhir musim kemarau.

"Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan agar kejadian kebakaran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat diminimalkan," pungkasnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pojokbanua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks