KALIMANTAN SELATAN — Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi bahwa jasad Rikky telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut. "Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah Rikky menuju RSUD Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya, Rabu.
Kronologi Terseret Arus Saat Proses Pertolongan
Insiden bermula pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Rikky yang sedang mandi di buritan kapal tiba-tiba terjatuh ke laut setelah kapal oleng. Melihat rekannya dalam bahaya, M Farhan langsung melompat untuk memberikan pertolongan.
Nahas, arus laut yang deras justru membawa keduanya terseret menjauh. Kedua korban saat itu sama-sama mengenakan pakaian berwarna hitam. Pemilik kapal, Albar Gumilar, melaporkan kejadian ini ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada Senin malam setelah upaya pencarian darurat oleh sesama ABK dan nelayan setempat hingga pukul 19.00 WIB tidak membuahkan hasil.
Penyisiran Melibatkan Unsur Gabungan
Kantor SAR Pangkalpinang menugaskan satu tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali untuk menyisir titik koordinat jatuhnya korban menggunakan perahu karet. Operasi SAR gabungan masih terus berlangsung hingga saat ini.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Rescuer USS Toboali, Polsek Lubuk Besar, Satpolairud Polres Bangka Tengah, ABK KM Kenanga Indah, serta masyarakat dan nelayan setempat. Fokus operasi kini diarahkan untuk mencari M Farhan yang belum ditemukan.
Fakta Jernih dari Kompas.com
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.