Pencarian

FKUB Banjarmasin Luncurkan Kampung Toleransi di Kelurahan Gadang, Target Masuk 10 Kota Toleran Indonesia 2026

Kamis, 23 Juli 2026 • 15:51:31 WIB
FKUB Banjarmasin Luncurkan Kampung Toleransi di Kelurahan Gadang, Target Masuk 10 Kota Toleran Indonesia 2026
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda memberikan sambutan dalam Focus Group Discussion peluncuran Kampung Toleransi di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Kamis.

BANJARMASIN — Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran kampung toleransi oleh FKUB. Menurutnya, inisiasi ini memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama yang sudah terawat baik di kota tersebut.

"Kota kita ini dibangun atas asas keberagaman menjadi modal kuat persatuan kita," ujar Ananda dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Peran tokoh agama dalam menjaga kehidupan toleransi dan membangun kampung toleransi" di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Kamis.

Kampung Toleransi Bukan Sekadar Simbol

Ketua FKUB Kota Banjarmasin H Maskur menjelaskan, pemilihan Kelurahan Gadang sebagai lokasi kampung toleransi sudah melalui pengkajian mendalam. Salah satu pertimbangan utamanya adalah keberadaan tempat ibadah dari berbagai agama di wilayah tersebut.

"Di antaranya di sana terdapat semua tempat ibadah berbagai agama," ucap Maskur.

Toleransi antarumat beragama dan suku di kelurahan itu dinilai sangat baik. Hampir tidak pernah ada konflik berarti yang terjadi di antara warga setempat.

Ditargetkan Resmi Bertepatan Harjad ke-500 Banjarmasin

Maskur menambahkan, kampung toleransi ini akan ditetapkan secara resmi pada peringatan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin yang jatuh pada 24 September 2026. Penetapan itu menjadi bagian dari upaya menjadikan Banjarmasin masuk dalam jajaran sepuluh kota toleran di Indonesia.

"Ini juga langkah untuk menjadikan Kota Banjarmasin untuk masuk sepuluh kota toleran di Indonesia," paparnya.

Harapan: Kerukunan Terus Dirawat

Maskur berharap, dengan adanya kampung toleransi, masyarakat Banjarmasin bisa terus merawat kerukunan, menguatkan persaudaraan, dan menjaga kebersamaan antarsemua elemen. Menurutnya, modal sosial berupa toleransi yang sudah ada harus terus dipelihara agar tidak luntur.

FGD yang digelar FKUB ini menghadirkan para tokoh agama dari berbagai latar belakang. Mereka berdiskusi tentang peran strategis tokoh agama dalam menjaga kehidupan toleransi dan membangun kampung toleransi di tengah kota.

Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks