BANJARMASIN — Peresmian berlangsung di Aula Anjung Papadaan Kejari Banjarmasin dan dipimpin langsung oleh Ketua IAD Daerah Banjarmasin, Ny. Isnania Wiranto. Acara itu juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, E.R. Wiranto, Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, serta jajaran pengurus IAD.
Bukan Sekadar Taman Baca Biasa
Titik Baca Digital ini menyediakan akses ke ribuan judul buku elektronik dan jurnal ilmiah yang bisa diakses melalui perangkat yang disediakan di lokasi. Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, mengatakan pemantauan digital akan dilakukan secara real-time.
"Seluruh aktivitas literasi akan kami pantau secara digital, mulai dari jumlah pembaca setiap hari hingga jenis buku yang paling diminati. Berdasarkan data tersebut, kami akan terus memperbarui dan menambah koleksi agar layanan ini semakin relevan dengan kebutuhan pengguna," ujar Windiasti dalam sambutannya.
IAD: Literasi Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Ketua IAD Daerah Banjarmasin, Ny. Isnania Wiranto, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan program unggulan Bidang Pendidikan IAD. Menurutnya, membangun minat baca tidak bisa dimulai dari ruang yang jauh dari keseharian masyarakat.
"Kami menyadari bahwa menumbuhkan minat baca harus dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu, kehadiran Titik Baca Digital sebagai salah satu program unggulan Bidang Pendidikan IAD Banjarmasin merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan budaya literasi yang nyaman dan mudah diakses oleh anggota maupun masyarakat," katanya.
Sinergi Lintas Instansi untuk Target Indonesia Emas
Windiasti menambahkan, tanggung jawab mencerdaskan bangsa tidak bisa dipikul oleh satu instansi saja. Kolaborasi antara Pemkot Banjarmasin dan Kejari ini dinilai sebagai langkah konkret menyongsong target Indonesia Emas.
"Inisiatif IAD Banjarmasin ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa terhadap peningkatan literasi, khususnya bagi generasi penerus menuju Indonesia Emas," jelas Windiasti.
Apa Langkah Selanjutnya?
Dispersip akan memberikan pendampingan teknis dan pengayaan konten edukatif secara berkala. Data pemantauan digital akan menjadi acuan untuk memperkaya koleksi bacaan. Pemerintah Kota Banjarmasin berharap model ini bisa direplikasi di instansi dan ruang publik lainnya di kota tersebut.