BANJARMASIN — Sebanyak 34 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk HUT ke-81 RI tahun 2026 resmi memulai pemusatan pendidikan dan pelatihan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, di halaman Balaikota, Minggu.
Dalam sambutannya, Ichrom menekankan tiga hal utama yang harus dijaga para peserta selama menjalani rangkaian diklat: kedisiplinan, kesehatan, dan keselamatan. Ia meminta jajarannya, khususnya Badan Kesbangpol, menyiapkan segala fasilitas pendukung seperti tenaga medis, makanan, dan minuman.
"Harapannya, pada saat pelaksanaan 17 Agustus 2026, baik penaikan maupun penurunan bendera, mereka dapat menjalankan tugas secara maksimal," ujar Ichrom.
Muatan Lokal dan Pembacaan Kitab Suci Jadi Agenda Wajib
Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menyebut ada penekanan khusus pada penguatan muatan lokal dan keagamaan dalam pelatihan tahun ini. Setiap hari, sebelum kegiatan dimulai, peserta diwajibkan meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit untuk membaca kitab suci masing-masing.
"Bagi yang Muslim membaca Al-Qur'an, bagi yang Kristen membaca Alkitab, dan seterusnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi kekuatan dan modal bagi calon Paskibraka dalam mengikuti pelatihan hingga sukses melaksanakan tugas pada 17 Agustus 2026," jelas Muzaiyin.
Formasi Khusus untuk Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin
Muzaiyin mengungkapkan bahwa formasi pengibaran bendera tahun 2026 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, peringatan HUT ke-81 RI bertepatan dengan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
"Formasi tersebut akan dimaksimalkan bersama para pelatih sesuai arahan pimpinan, dengan mengangkat tema 500 tahun Kota Banjarmasin," ungkapnya.
Pelatihan tahap awal dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja dan kawasan Balai Kota Banjarmasin. Pemerintah kota juga tengah menyiapkan lokasi karantina yang tidak jauh dari Balai Kota untuk menjaga mobilitas peserta.
Jadwal Diklat dan Sistem Penjemputan Peserta
Rangkaian pusdiklat akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026. Peserta menjalani pelatihan selama sekitar 20 hari, dilanjutkan karantina penuh selama kurang lebih 10 hari menjelang tugas pengibaran dan penurunan bendera. Pada tahap awal, peserta masih diperbolehkan pulang ke rumah, namun wajib diantar dan dijemput oleh orang tua atau wali masing-masing.
Dari total 34 calon Paskibraka Kota Banjarmasin, empat orang akan dikirim untuk bertugas di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Satu peserta putra juga akan mewakili Banjarmasin untuk bertugas di Istana Negara.