TANAH BUMBU — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di sektor lingkungan kembali menuai apresiasi. Kali ini, Pemkab Tanah Bumbu diganjar penghargaan oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) atas peran aktifnya dalam menyukseskan program KKN Tematik Lingkungan Hidup.
Penghargaan diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, kepada Bupati Andi Rudi Latif yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais. Acara berlangsung di Auditorium ULM Banjarbaru, bertepatan dengan pelepasan mahasiswa KKN Tematik Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT) Tahun 2026.
Dukungan untuk Program Pengabdian Mahasiswa
Bupati Andi Rudi Latif melalui Eryanto Rais menyebut penghargaan ini menjadi pendorong untuk terus bersinergi dengan dunia kampus. “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mendukung pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Peran Mahasiswa dalam Kesadaran Lingkungan
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, program KKN Tematik menjadi bagian penting dalam mengedukasi warga soal pengelolaan sampah berbasis sumber. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemda, dan masyarakat dinilai mampu mempercepat target pengelolaan sampah nasional sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan.
Ada Program KKN Literasi Juga
Ketua MKBT ULM, Indira Fitriliyani, menjelaskan bahwa KKN Tematik tahun ini menghadirkan beragam program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah KKN Literasi, hasil kerja sama ULM dengan Perpustakaan Nasional RI. Program ini fokus memperkuat budaya baca melalui pendampingan di sekolah dan komunitas, mulai dari penguatan literasi informasi hingga monitoring dan evaluasi kegiatan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Pemkab Tanah Bumbu dan ULM tidak hanya bersifat seremonial. Dukungan nyata terhadap program pengabdian mahasiswa di lapangan diharapkan terus berlanjut, terutama dalam isu lingkungan yang menjadi perhatian nasional.