KALIMANTAN SELATAN — Kegiatan penanaman pohon ini tidak sekadar seremonial. PAMA menyalurkan bibit yang terdiri dari tanaman buah produksi, buah langka (pranaraksa), hingga pohon-pohon bernilai ekologis tinggi. Perusahaan menargetkan agar setiap sekolah binaan memiliki ruang hijau yang mampu menjadi laboratorium alam bagi siswa.
Dari Sekolah ke Lingkungan: Menanam Kepedulian Sejak Dini
Program ini mengajak seluruh elemen sekolah — siswa, guru, hingga tenaga kependidikan — untuk terlibat langsung dalam proses penanaman dan perawatan pohon. Tujuannya jelas: menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar.
“Kehadiran beragam jenis tanaman ini diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal keanekaragaman hayati,” ujar perwakilan PAMA dalam keterangan resmi, Jumat (10/7).
Dengan keterlibatan aktif, sekolah tidak hanya mendapat manfaat ekologis seperti udara lebih segar dan suhu lebih sejuk. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah konkret mendukung sekolah berwawasan lingkungan yang siap mengikuti program Adiwiyata.
Investasi Hijau untuk Masa Depan Kutai Timur
PAMA menekankan bahwa pohon yang ditanam hari ini adalah investasi jangka panjang. “Pohon yang tumbuh dan berkembang nantinya akan menjadi investasi jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar,” imbuh perwakilan PAMA.
Kelima sekolah binaan kini memiliki ruang hijau yang mendukung aktivitas belajar-mengajar sekaligus menjadi paru-paru mini di lingkungan pendidikan. Dengan tambahan 145 bibit pohon, PAMA berharap langkah kecil ini mampu mendorong terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.
Melalui program PAMA SAFE SCHOOL, perusahaan menegaskan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan dan pendidikan. Bagi PAMA, menanam pohon berarti menanam harapan dan tanggung jawab kepada generasi mendatang untuk menjaga bumi tetap lestari.