Pencarian

Petani Jagung Kalsel Mulai Nikmati Harga Layak, Produksi Tembus 90.000 Ton Hingga Juni 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:23:01 WIB
Petani Jagung Kalsel Mulai Nikmati Harga Layak, Produksi Tembus 90.000 Ton Hingga Juni 2026
Petani jagung Kalsel menikmati harga jual yang lebih adil berkat kebijakan rafaksi harga berbasis kualitas.

BANJARBARU — Kepastian harga yang adil menjadi kunci utama meningkatnya produksi jagung di Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin baru-baru ini mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung provinsi, sebuah langkah strategis yang memperkuat optimisme daerah untuk melampaui target produksi tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun petani jagung di wilayahnya harus menerima harga jual yang fluktuatif, bahkan hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram. Angka itu dinilai belum mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

Rafaksi Harga: Solusi Berbasis Kualitas Jagung

Untuk memutus rantai kerugian petani, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyusun kebijakan rafaksi harga. Skema ini menentukan harga jual jagung berdasarkan kadar air, sehingga petani yang menghasilkan jagung berkualitas lebih baik akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

“Kami ingin petani memperoleh keuntungan yang layak sehingga semakin bergairah menanam jagung. Karena itu dibuatlah rafaksi harga yang disesuaikan dengan kualitas jagung berdasarkan kadar air,” kata Syamsir, Selasa (30/6/2026).

Keputusan gubernur tentang rafaksi harga kini menjadi pedoman pembelian jagung di seluruh Kalimantan Selatan. Kebijakan ini berlaku di semua sentra produksi, mulai dari Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Tapin, hingga Banjar.

Kalsel Jadi Percontohan Nasional

Syamsir menambahkan, kebijakan rafaksi harga yang diterapkan Kalimantan Selatan merupakan yang pertama di Indonesia. Inovasi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Bahkan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh karena kebijakan ini disusun melalui proses yang panjang bersama akademisi dan tetap memberikan keuntungan bagi semua pihak,” ujarnya.

Target Produksi 2026: Lampaui Capaian 155.000 Ton

Pada 2025, produksi jagung Kalimantan Selatan mencapai sekitar 155.000 ton, menjadikannya penghasil jagung terbesar kedua di Pulau Kalimantan setelah Kalimantan Barat. Hingga Juni 2026, produksi telah menyentuh sekitar 90.000 ton.

“Kami optimistis target produksi tahun ini bisa menyamai bahkan melampaui capaian tahun lalu apabila petani terus mendapatkan kepastian harga,” kata Syamsir.

Selain memenuhi kebutuhan lokal, jagung dari Kalimantan Selatan juga telah memasok kebutuhan ke sejumlah provinsi tetangga, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

“Kuncinya adalah memberikan jaminan harga kepada petani. Jika harga menguntungkan, petani akan terus menanam, produksi meningkat, dan Kalimantan Selatan akan semakin kuat sebagai salah satu sentra jagung di Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: infobanua.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks