Pencarian

BKKBN Kalsel: 27,1 Persen Keluarga Minim Keterlibatan Ayah, Gerakan Ayah Teladan Digencarkan

Rabu, 01 Juli 2026 • 15:44:01 WIB
BKKBN Kalsel: 27,1 Persen Keluarga Minim Keterlibatan Ayah, Gerakan Ayah Teladan Digencarkan
BKKBN Kalsel mencatat 27,1 persen keluarga mengalami minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

BANJARMASIN — Fenomena fatherless atau ketidakhadiran peran ayah secara emosional dalam pengasuhan anak masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Selatan. Data terbaru BKKBN menunjukkan hampir sepertiga keluarga di provinsi ini belum merasakan keterlibatan ayah secara optimal dalam tumbuh kembang anak.

“Kondisi ini memerlukan perhatian bersama dalam membangun keluarga yang berkualitas,” ujar Lisna Prihantini di Banjarmasin, Rabu.

Bukan Sekadar Mencari Nafkah

Menurut Lisna, peran ayah tidak lagi bisa dimaknai sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi. Kehadiran secara emosional lewat komunikasi, pendampingan, dan keteladanan justru menjadi kunci di tengah gempuran teknologi dan perubahan sosial.

“Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan beragam tantangan yang dihadapi anak dalam proses tumbuh kembang,” katanya.

GEMAR dan GEMAS: Strategi Membangun Kedekatan

Untuk menjawab persoalan itu, BKKBN menjalankan program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini diperkuat melalui dua gerakan turunan: Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMAS).

Lisna menjelaskan, berbagai gerakan itu dirancang untuk mendorong ayah lebih aktif terlibat dalam aktivitas keseharian anak sekaligus mempererat hubungan emosional di lingkungan keluarga. Perubahan, kata dia, tidak harus dimulai dari langkah besar.

“Dapat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti meluangkan waktu berbincang, mendampingi proses belajar, mendengarkan cerita, hingga memberikan dukungan emosional sesuai kebutuhan anak pada setiap tahapan tumbuh kembang,” tuturnya.

Sekda Kalsel: Ayah Wajib Hadir, Bukan Sekadar Fisik

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menegaskan fenomena fatherless menjadi tantangan serius pembangunan keluarga. Ia menilai, absennya peran ayah secara psikologis dapat melemahkan pembentukan karakter, kesehatan mental, hingga ketahanan sosial generasi muda.

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tingkat Provinsi Kalsel, Syarifuddin mengingatkan bahwa ayah memiliki peran strategis sebagai figur pembangun karakter, penanam nilai, dan pemberi rasa aman bagi anak.

“Kehadiran ayah merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik, tetapi absen secara psikologis,” ujar Syarifuddin.

Mengubah Seremoni Menjadi Budaya

Melalui tema Harganas Ke-33 “Ayah Wajib Hadir”, BKKBN mengajak seluruh orang tua agar pengasuhan anak dipahami sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Penguatan peran ayah diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan, melainkan menjadi budaya pengasuhan yang melahirkan generasi berkarakter dan tangguh.

Lisna pun mengajak seluruh ayah di Kalimantan Selatan untuk benar-benar hadir dalam kehidupan anak. “Karena anak yang tumbuh bersama ayah yang terlibat akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan. Semangat ‘Ayah Wajib Hadir’ harus menjadi gerakan bersama demi mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas,” pungkasnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks