AMUNTAI — Pemkab HSU tidak main-main dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan. Melalui kegiatan tanam padi bersama di Murung Karangan, pemerintah daerah menunjukkan keseriusan untuk menggenjot produktivitas pertanian. Langkah ini dinilai strategis mengingat sektor agraris masih menjadi penopang utama ekonomi warga di wilayah tersebut.
Mengapa Murung Karangan Jadi Pilihan?
Kawasan Murung Karangan dipilih bukan tanpa alasan. Area ini memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan potensial untuk dikembangkan. Dengan pendekatan tanam bersama, Pemkab HSU ingin memastikan setiap jengkal lahan produktif bisa dimaksimalkan hasilnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi bagi para petani untuk menerapkan metode tanam yang lebih efektif. Pemerintah daerah mendorong penggunaan bibit unggul dan teknik pengelolaan air yang lebih baik agar hasil panen meningkat secara signifikan.
Apa Target Pemkab HSU?
Target jangka pendek dari program ini adalah meningkatkan luas tanam dan produksi padi di HSU. Dalam jangka panjang, Pemkab HSU menargetkan daerahnya mampu mencapai swasembada pangan, bahkan berkontribusi pada lumbung pangan regional Kalimantan Selatan.
Pemerintah daerah juga menyadari bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan satu musim tanam. Oleh karena itu, program ini dirancang berkelanjutan dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan secara aktif mendampingi petani.
Dampak Langsung bagi Petani
Bagi petani di Murung Karangan, kegiatan ini memberikan suntikan semangat baru. Mereka mendapatkan akses langsung ke pendampingan teknis dan bantuan sarana produksi dari pemerintah. Hal ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.
Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi model bagi desa-desa lain di HSU. Pemkab HSU berencana mereplikasi pola tanam bersama ini ke wilayah-wilayah sentra padi lainnya agar hasil pertanian daerah semakin merata.
Apa Langkah Selanjutnya?
Setelah kegiatan tanam bersama di Murung Karangan, Pemkab HSU akan memantau perkembangan lahan secara berkala. Evaluasi akan dilakukan setiap fase pertumbuhan padi untuk memastikan target produksi tercapai. Jika hasilnya memuaskan, program serupa akan diperluas ke kecamatan-kecamatan lain di HSU.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur irigasi dan akses jalan usaha tani. Dua faktor ini dinilai krusial untuk menunjang kelancaran distribusi hasil panen dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.