MARTAPURA — Momen haru mewarnai hari pamungkas pelaksanaan MTQ Nasional (MTQN) XXXVII Kalimantan Selatan 2026. Bupati Banjar, H Bahrul Ilmi, bersama sang istri, Hj Nurgita Tiyas, menyempatkan diri mendatangi pemondokan kafilah dari berbagai provinsi yang masih bertahan di arena.
Bukan sekadar basa-basi, kunjungan ini punya bobot khusus. Di setiap tenda dan mess yang disambangi, Bahrul Ilmi menyalami satu per satu anggota rombongan. Ia tak sungkan meminta maaf jika selama penyelenggaraan ada pelayanan yang kurang berkenan di hati para tamu.
15 Titik Pemondokan Disambangi Langsung
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, pasangan bupati itu menyambangi sedikitnya 15 titik pemondokan. Mulai dari asrama yang ditempati kafilah Sumatera Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan. Setiap persinggahan diisi dengan percakapan hangat dan doa bersama.
“Kami datang bukan sebagai pejabat, tapi sebagai tuan rumah yang ingin memastikan saudara-saudara kami pulang dengan kesan baik,” ujar Bahrul Ilmi saat ditemui di sela kunjungan, Senin (17/3).
Mengapa Momen Ini Krusial?
MTQN XXXVII merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan qori dan qoriah terbaik dari seluruh Indonesia. Menjadi tuan rumah, nama Kabupaten Banjar dan Provinsi Kalimantan Selatan dipertaruhkan. Oleh karena itu, menurut Bahrul Ilmi, komunikasi personal di akhir acara menjadi penting untuk menjaga silaturahmi jangka panjang.
“Kami mohon maaf lahir dan batin. Ini adalah pengalaman pertama kami menghelat event sebesar ini. Pasti ada kekurangan, dan kami ingin menyampaikannya langsung,” tambahnya.
Respon Kafilah: Antara Haru dan Apresiasi
Sikap rendah hati sang bupati mendapat sambutan positif. Beberapa official kafilah mengaku terkesan dengan gestur tersebut. Mereka menilai hal ini jarang terjadi di ajang serupa, di mana pejabat daerah biasanya hanya hadir di acara pembukaan atau penutupan.
“Ini pengalaman pertama saya. Biasanya bupati hanya seremonial, tapi Pak Bahrul benar-benar turun ke pemondokan. Kami merasa dihargai,” ujar salah satu pendamping kafilah dari Provinsi Banten.
Kunjungan yang berlangsung hingga menjelang magrib itu ditutup dengan foto bersama. Bahrul Ilmi berharap para peserta bisa membawa pulang kenangan manis dari Bumi Barakat, julukan Kabupaten Banjar, meskipun persaingan di arena sangat ketat.