Pencarian

Kebakaran Tak Surutkan Tradisi, Yayasan Nurul Fajeri di Kalimantan Selatan Tetap Santuni 236 Anak Yatim dengan Dana Rp 107,95 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:07:52 WIB
Kebakaran Tak Surutkan Tradisi, Yayasan Nurul Fajeri di Kalimantan Selatan Tetap Santuni 236 Anak Yatim dengan Dana Rp 107,95 Juta
Yayasan Nurul Fajeri tetap menyalurkan santunan Rp 107,95 juta kepada 236 anak yatim meski lokasi terdampak kebakaran.

BANJARMASIN — Semangat berbagi di tengah duka. Yayasan Nurul Fajeri di Kalimantan Selatan memastikan tradisi santunan anak yatim pada 10 Muharam tetap berjalan, meskipun lokasi yayasan baru saja terdampak kebakaran.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp 107,95 juta dan diberikan kepada 236 anak yatim. Angka ini menunjukkan komitmen pengurus yayasan untuk tidak memutus tradisi tahunan meski dalam kondisi sulit.

Mengapa Santunan Tetap Digelar Pascakebakaran?

Keputusan untuk tetap menggelar acara diambil pengurus yayasan sebagai bentuk keteguhan menjaga nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial. Kebakaran yang melanda sebagian area yayasan tidak menyurutkan niat untuk berbagi dengan anak-anak yatim di sekitar.

Para donatur dan pengurus bergerak cepat mengumpulkan dana agar santunan bisa cair tepat waktu. Dana Rp 107,95 juta tersebut merupakan hasil dari partisipasi masyarakat dan pihak-pihak yang peduli.

Bagaimana Proses Penyaluran Dana?

Proses penyaluran dilakukan secara langsung oleh pengurus yayasan kepada masing-masing anak yatim. Meski lokasi sempat terdampak kebakaran, panitia menyiapkan tempat alternatif agar acara tetap khidmat dan lancar.

Setiap anak menerima amplop santunan yang sudah disiapkan secara tertib. Tidak ada pengurangan jumlah penerima atau nominal meskipun yayasan sedang menghadapi musibah.

Apa Makna Tradisi 10 Muharam bagi Warga?

Bagi masyarakat sekitar, tradisi santunan di Yayasan Nurul Fajeri sudah menjadi agenda tahunan yang dinanti. 10 Muharam atau Hari Asyura diyakini sebagai momentum tepat untuk berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas warga, terutama di tengah kondisi pemulihan pascakebakaran. Kehadiran anak-anak yatim dan antusiasme donatur menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup.

Langkah Pemulihan Pasca Musibah

Ke depan, pihak yayasan akan fokus pada proses pemulihan dan perbaikan fasilitas yang rusak akibat kebakaran. Namun, kegiatan sosial seperti santunan akan terus diupayakan berjalan rutin setiap tahunnya.

Pengurus berharap tradisi ini bisa menjadi contoh bahwa musibah tidak boleh menghentikan kebaikan dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks