BANJARMASIN — Provinsi Kalimantan Selatan kini memiliki bank devisa sendiri, sebuah terobosan yang memperkuat hubungan ekonomi daerah dengan pasar global. Fasilitas ini memungkinkan produk-produk unggulan lokal seperti amplang, getah karet, dan batik khas Kalsel langsung ditembuskan ke pembeli luar negeri tanpa perantara perbankan dari provinsi lain.
Bank devisa adalah bank yang mendapat izin khusus dari Bank Indonesia untuk melakukan transaksi valuta asing. Dengan status ini, pelaku UMKM dan eksportir kecil di Kalsel bisa membuka letter of credit (L/C), menerima pembayaran dolar AS, dan mengirim uang ke luar negeri langsung dari daerah sendiri.
Apa Saja Produk Lokal yang Diuntungkan?
Produk-produk andalan Kalsel selama ini sudah dikenal di pasar ekspor, namun terkendala akses perbankan. Amplang—kerupuk ikan khas Banjar—misalnya, sudah mulai diminati pembeli dari Malaysia dan Singapura. Getah karet dari Kabupaten Banjar dan Batola juga rutin dikirim ke industri ban di Tiongkok dan India.
Selain itu, batik sasirangan, anyaman purun, dan kopi bubuk khas Meratus juga masuk dalam daftar komoditas yang potensial dikembangkan ke pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah. Dengan hadirnya bank devisa, proses ekspor komoditas-komoditas ini bisa lebih cepat dan biaya lebih murah.
Bagaimana Dampaknya bagi UMKM?
UMKM di Kalsel sebelumnya harus mengandalkan bank devisa di Jakarta atau Surabaya untuk transaksi valas. Prosesnya lama, biaya transfer tinggi, dan seringkali dokumen tertahan. Kini, pelaku usaha bisa mengurus semua administrasi ekspor di Banjarmasin tanpa harus keluar provinsi.
Seorang pengusaha amplang di Banjarbaru menyebut bahwa selisih biaya kirim dokumen dan waktu tempuh bisa ditekan hingga 40 persen. "Dulu saya harus ke Jakarta cuma untuk urus L/C. Sekarang cukup ke Banjarmasin, setengah hari selesai," ujarnya saat ditemui di sela peluncuran layanan.
Langkah Selanjutnya: Sosialisasi ke Pelaku Usaha
Pemprov Kalsel akan menggelar sosialisasi ke 13 kabupaten/kota dalam dua bulan ke depan. Targetnya, 500 UMKM eksportir kecil bisa menggunakan fasilitas bank devisa ini sebelum akhir tahun. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel juga akan mendampingi pengurusan izin ekspor dan sertifikasi produk.
Bank devisa ini tidak hanya memperkuat jembatan ekonomi daerah, tapi juga membuka peluang baru bagi perajin dan petani di pelosok untuk menjangkau pembeli lintas negara tanpa perantara yang berlapis-lapis.