TANAH LAUT — Nelayan pemilik pas kecil di Muara Kintap mengaku tidak menemui kendala berarti saat mengakses BBM bersubsidi. Prosedur administrasi dinilai sederhana dan petugas di lokasi penyaluran sigap memberikan penjelasan jika ada yang kurang dipahami.
"Kalau mengikuti prosedurnya mudah saja. Kalau ada yang tidak paham, petugas juga menjelaskan. Tinggal bertanya," ujar salah seorang nelayan setempat, Senin lalu.
Transparansi Mekanisme Jadi Kunci Kelancaran
Pemerintah daerah melalui instansi terkait disebut konsisten menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat nelayan di wilayah pesisir Tanah Laut. Tidak ada laporan mengenai antrean panjang atau kelangkaan pasokan dalam beberapa pekan terakhir.
Respons cepat dari petugas di lapangan menjadi faktor utama yang membuat para nelayan merasa terbantu. Selain itu, sosialisasi prosedur penyaluran yang dilakukan secara berkala juga dinilai memperkuat pemahaman warga.
Dampak Langsung pada Aktivitas Melaut
Kelancaran akses energi bersubsidi ini berdampak langsung pada aktivitas melaut para nelayan Muara Kintap. Mereka tidak perlu khawatir kehabisan BBM saat hendak berlayar, sehingga produktivitas tangkapan ikan tetap terjaga.
Sejumlah nelayan berharap pola pelayanan seperti ini bisa terus dipertahankan, terutama menjelang musim-musim tertentu yang membutuhkan pasokan bahan bakar lebih banyak.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait apresiasi dari nelayan tersebut. Namun, koordinasi antara dinas terkait dan pihak penyalur BBM di tingkat kecamatan disebut terus berjalan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Ke depan, pemantauan di lapangan akan diperketat guna mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kerap terjadi di daerah pesisir lainnya di Kalimantan Selatan.