Pencarian

PLN dan Pemprov Papua Selatan Teken MoU, Target Listrik Merata hingga ke Pelosok Daerah Otonom Baru

Rabu, 17 Juni 2026 • 06:42:31 WIB
PLN dan Pemprov Papua Selatan Teken MoU, Target Listrik Merata hingga ke Pelosok Daerah Otonom Baru
Gubernur Papua Selatan dan PLN menandatangani MoU untuk percepatan elektrifikasi hingga pelosok daerah otonom baru.

KALIMANTAN SELATAN — Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menekankan bahwa pemetaan kebutuhan listrik menjadi prioritas utama setelah penandatanganan MoU ini. Menurutnya, pemerintah daerah harus tahu persis berapa kapasitas suplai yang tersedia dan berapa besar kebutuhan riil masyarakat serta sektor usaha.

"Kita harapkan dengan MoU ini pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten yang ada dalam satu pemerintahan Provinsi Papua Selatan, bisa ikut mengambil bagian dalam penyelenggaraan elektrifikasi," ujar Apolo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Ia menambahkan, pertumbuhan perusahaan di wilayahnya mulai masif sejak dimekarkan menjadi provinsi baru. Tanpa pasokan listrik yang stabil, roda ekonomi sulit berputar dan investasi enggan masuk.

PLN: MoU Jadi Payung, Bakal Segera Ditindaklanjuti PKS

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengapresiasi respons cepat pemda setempat. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi tonggak penting yang memudahkan langkah PLN dalam menerangi ujung timur Indonesia secara merata.

"Kami sangat mengapresiasi respons positif dan kesediaan Pemprov Papua Selatan untuk bersinergi langsung dengan PLN. MoU ini menjadi kontrak payung luar biasa yang akan segera kami tindak lanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih tajam, teknis, dan terperinci," ungkap Roberth.

Ia memastikan, setelah MoU diteken, tim teknis PLN bersama Dinas ESDM setempat akan segera duduk bersama menyusun detail proyek di lapangan. Mulai dari pembangunan jaringan baru, penambahan gardu, hingga pemasangan sambungan rumah tangga.

Dampak Langsung: Peluang Investasi dan Penerangan Desa Terpencil

Kehadiran listrik yang andal di Papua Selatan tidak hanya soal penerangan dasar. Pemerintah daerah dan PLN sepakat bahwa pasokan energi yang stabil akan menarik investor untuk membuka usaha di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata yang selama ini terhambat karena infrastruktur listrik terbatas.

Dengan rasio elektrifikasi yang sudah tinggi, fokus kerja sama ini kini bergeser ke peningkatan kualitas dan keandalan pasokan. Artinya, warga di pelosok tidak hanya mendapat listrik, tetapi juga pasokan yang stabil tanpa pemadaman bergilir.

PLN menargetkan seluruh desa di Papua Selatan bisa menikmati listrik 24 jam penuh dalam waktu dekat. Tindak lanjut teknis melalui PKS dijadwalkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

Bagikan
Sumber: koreri.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks