MARTAPURA — Antusiasme generasi muda Kabupaten Banjar untuk menjadi representasi daerah cukup tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah peserta audisi Pemilihan Nanang dan Galuh Bernuansa Islami 2026 yang mencapai 53 orang, terdiri dari 17 calon Nanang dan 36 calon Galuh.
Selama dua hari, para peserta akan menjalani serangkaian tes mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga penampilan bakat. Proses seleksi ini digelar di Wisma Sultan Sulaiman Martapura untuk menjaring finalis terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Banjar di tingkat provinsi dan nasional.
Bukan Sekadar Duta Wisata, Tapi Juga Agen Perubahan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, yang duduk sebagai dewan juri, menekankan bahwa para peserta memiliki tanggung jawab moral yang besar. Ia mengingatkan bahwa mengikuti audisi saja sudah menjadi bagian dari Kabupaten Banjar.
“Ikut audisi pada tahapan awal ini sudah merupakan bagian dari Kabupaten Banjar. Di mana pun kalian berada, bekerja, berkarier maupun menempuh pendidikan, tetaplah mencintai daerah yang telah membesarkan kalian,” ujar Gita.
Menurutnya, peran Nanang dan Galuh tidak terbatas pada promosi wisata dan budaya. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membantu pemerintah menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat. Ia berharap para finalis nantinya dapat berkontribusi dalam kampanye pencegahan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas.
Selaras dengan Visi Kabupaten Banjar yang Agamis
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, mengatakan ajang Nanang dan Galuh Bernuansa Islami merupakan bagian dari upaya pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata. Program ini sejalan dengan visi Kabupaten Banjar sebagai daerah yang maju, mandiri, dan agamis.
“Terpilihnya Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026 ini merupakan duta wisata yang akan mewakili Kabupaten Banjar di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan maupun tingkat nasional,” katanya.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan promosi wisata dan budaya, tetapi juga mampu menjadi teladan serta inspirasi bagi masyarakat Banua. Para finalis nantinya akan menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan potensi daerah sambil membawa nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatannya.