BANJARMASIN — Ekspedisi ini merupakan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Lima pulau yang menjadi sasaran adalah Pulau Karasian, Pulau Karayaan, Pulau Merabatuan, Pulau Matasiri, dan Pulau Laut Timur.
Bukan Sekadar Distribusi Uang, Tapi Simbol Kedaulatan
Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas komitmen BI dan TNI AL yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok. Menurutnya, kehadiran negara di wilayah 3T sangat penting untuk memastikan warga bertransaksi dengan rupiah yang layak edar.
“Program ini sangat penting karena tidak hanya mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Gubernur H. Muhidin dalam sambutannya.
KRI Hiu-634: Mengantar dan Menarik Uang Tidak Layak Edar
KRI Hiu-634 yang dikomandani Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro membawa misi ganda. Selain mengantarkan uang baru, petugas juga akan menarik uang tidak layak edar dari peredaran di pulau-pulau terluar.
“Karena itu, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil tetap memperoleh uang rupiah yang layak edar,” jelas Gubernur.
Sebelum kapal berangkat, Gubernur secara simbolis memasangkan rompi ERB 2026 kepada perwakilan petugas BI dan personel TNI. Rompi tersebut menjadi simbol amanah besar yang harus dituntaskan di tengah samudra.
Edukasi QRIS untuk Transaksi Digital di Wilayah 3T
Selain distribusi uang, ekspedisi ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Gubernur berharap warga di lima pulau tujuan semakin memahami dan memanfaatkan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat di wilayah kepulauan senantiasa diberikan kesehatan dan semakin memahami penggunaan QRIS, sehingga ke depan transaksi digital dapat digunakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Angka Peredaran Uang Nasional Capai Rp1.300 Triliun
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan data dari Bank Indonesia. Jumlah uang yang beredar saat ini mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Pada momentum hari raya, perputaran uang bahkan bisa mencapai sekitar Rp180 triliun.
Turut hadir dalam acara pelepasan Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Muhammad Anwar Bashori, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawa, Wakil Walikota Banjarmasin Hj. Ananda, dan Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah.
Gubernur mengajak seluruh masyarakat mendoakan kelancaran tugas para personel yang terlibat dalam ekspedisi tersebut. “Kita doakan bersama agar seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lancar, selamat sampai tujuan, serta kembali dengan selamat,” ungkapnya penuh harap.